Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kesal Jalan Provinsi yang Tak Diperbaiki, Amaq Ohan Nyebur dan Keramas di Kubangan Air

131

Beginilah cara Amaq Ohan protes jalan yang tak kunjung diperbaiki

MATARAM, DS – Kondisi Jalan Provinsi di depan Kampus IPDN NTB, menuju pasar Renteng, Praya di Kabupaten Lombok Tengah yang banyak rusak, menuai protes warga setempat.

Menariknya, salah seorang warga masyarakat yang dikenal sebagai pegiat sosial Johan Hadi melakukan aksi protes dengan cara mandi di tengah jalan berlubang yang dipenuhi air hujan, Selasa (16/3).

Tak tanggung-tanggung, Johan yang dikenal dengan panggilan Amaq Ohan itu, melakukan aksi keramas menggunakan air kotor.

Selanjutnya, ia melakukan aksi lanjutan dengan memancing ikan dilengkapi payung supaya tidak terkena matahari langsung.

Aksi Amaq Ohan itu menjadi tontonan warga yang melintasi jalan yang menghubungkan Kabupaten Lombok Tengah menuju Kabupaten Lombok Barat tersebut.

“Aksi yang saya lakukan ini adalah bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung memperhatikan jalan yang menjadi sarana vital perekenomian masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah,” ujarnya pada wartawan di sela-sela aksinya.

Amaq Ohan menegaskan, ruas jalan Provinsi yang rusak dan berlubang ini, dirasa sangat mengganggu kelancaran akses perekonomian dan pendidikan masyarakat.

Apalagi, akibat rusaknya jalan tersebut telah sering terjadi, para pengguna jalan jatuh saat melintasi ruas jalan yang berlubang dan tergenang itu.

Ia menceritakan, salah satu korbannya adalah temannya sendiri.

“Ini aneh, sudah ini jalan ini merupakan jalur pemerintahan dan pendidikan. Ingat, di depan itu berdiri Kantor Poltekpar Lombok, IPDN NTB dan Kantor Bupati Lombok Tengah. Kenapa, jalan poros utama ini enggak pernah diperbaiki,” tegas Amaq Ohan dengan nada tinggi.

Dia berharap, selaku masyarakat semoga jalan tersebut cepat di perbaiki. “Sudah bertahun-tahun kondisi jalan berlubang ini dibiarkan. Padahal akses perekonomian dan pemerintahan,” kata Amaq Ohan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR NTB tidak bisa dikonfirmasi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.