Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kepengurusan PAN Masih Dirampungkan, Najamudin Minta Rudi Tak Buat Kegaduhan

180

FOTO. H. Najamudin Moestafa.

MATARAM, DS – DPP PAN menargetkan pengurus DPW PAN NTB hasil musyawarah wilayah (Muswil) V pada 22 Desember 2020 lalu, secepatnya merampungkan kepengurusan PAN NTB paling lambat 5 Januari 2021.

Saat ini, duet Ketua dan Sekretaris DPW PAN NTB, HM. Muazzim Akbar dan TGH. Najamudin Moestafa, tengah merampungkan formasi struktur kepengurusan DPW PAN periode 2020-2025.

“Deadline dari Ketua Umun Bang Zulkiefli Hasan saat kami bertiga ke Jakarta, yakni pak Muazzim, saya dan pak Ahmad Fahri harus sudah selesai pada 5 Januari. Makanya, saya masih mengkaji sejumlah nama untuk masuk kepengurusan DPW PAN NTB lima tahun kedepan,” ujar Najamudin menjawab wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/12).

Najamudin yang menjabat anggota DPRD NTB itu masuk menjadi salah satu dari lima nama formatur yang diusulkan ke DPP PAN.  Dimana, sesuai peringkat,  Muazzim mengungguli nama Hasbullah Muis ditempat ketiga, dan TGH Najamuddin Mustafa di urutan kedua.

Selanjutnya, di posisi urutan kempat adalah Ahmad Fahri dan Syafruddin sebagai formatur utusan DPP PAN.

“Saat rapat formatur di DPP PAN di Jakarta. Hanya tiga orang yang hadir. Sementara, pak Hasbullah dan Pak Syafrudin malah enggak datang. Disitu dengan disaksikan DPP, kami bersepakat memilih Pak Muazzim sebagai Ketua DPW, saya selaku Sekretaris dan Saudaraku Ahmad Fahri sebagai Bendahara DPW,” jelas Najamudin.

Ia menyayangkan, pernyataan perwakilan DPP yakni, H. Muhamad Syafrudin yang menganggap kepengurusan DPW PAN NTB belum final. Padahal, saat rapat di rumah dinas Ketua Umum DPP Zulkifli Hasan, justru Syafrudin malah tidak datang bersama Hasbullah Muis

“Tolong pak Rudi saya peringatkan jangan ngomong asal-asalan dan saling klaim demikian di media massa. Ingat, anda itu adalah politisi nasional, harusnya ngomong jangan kampungan kayak gitu,” tegas Najamudin menyesalkan.

“Di rumah Ketua DPP sudah jelas arahannya. Yakni, jika tiga dari lima formatur datang, ya silahkan segera berembuk dan tunjuk siapa yang mengisi posisi Ketua, Sekretaris dan Bendahara terus pulang ke NTB untuk rapat nenyusun kepengurusan DPW PAN NTB,” sambung dia.

Najamudin meminta jika Rudi yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI tidak setuju pada keputusan fornatur DPW PAN NTB agar bisa komplain ke DPP. Sebab, DPP sudah mengingatkan agar Hasbullah Muis yang tidak hadir saat di rumah Ketua Umum untuk diakomodir dalam kepengurusan DPW PAN NTB dengan posisi strategis.

“Sesuai hasil diskusi saya bertiga. Maka, Insya allah, Pak Hasbullah akan kita kasih jabatan di Ketua POK dan Bappilu. Ini adalah komitmen saya dan Pak Muazzim untuk melanjutkan pesan dari DPP,” ungkapnya.

Sebagai orang baru di PAN NTB. Najamudin memastikan akan loyal dan patuh pada arahan DPP. Apalagi, ia masuk ke PAN  diajak oleh H. Muazzim Akbar.

“Wajar saya hormati pak Muazzim. Meski kalau jujur saya ini adalah mantan Ketua DPW PKB dua periode, jadi menjabat sebagai Sekjen jelas saya turun grade.  Tapi, itu enggak soal karena di partai saya ingin mengabdi dan siap membangun kantor partai yang representatif kedepannya,” tandasnya.

Menyinggung hubungannya dengan Hasbullah Muis yang nota benanya adalah Ketua Fraksi PAN DPRD NTB sekaligus mantan Sekretaris DPW PAN. Dijelaskan Najamudin, sejauh ini hubungannya berlangsung baik-baik saja.

“Pak Hasbullah kan kawan saya di DPRD NTB. Insya Allah, sampai sekarang beliau juga sering menelpon saya. Jadi enggak ada masalah kok, yang masalah itu hanya dengan Pak Rudi Mbojo yang kelihatan terus memperuncing situasi dengan pernyataanya yang merusak partai. Padahal, statusnya adalah politisi Nasional,” pungkas Najamudin Moestafa. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.