Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 27 Mei 2019 20:23 WITA ·

Kepala BPBD NTB Minta Bangunan RTG Harus Sesuai Spek


					H. Ahsanul Khalik Perbesar

H. Ahsanul Khalik

MATARAM, DS – Pemprov NTB tidak akan membangun rumah tahan gempa (RTG) yang tidak tahan gempa. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan RTG harus dilakukan oleh semua pihak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ahsanul Khalik, mengaku telah memberi warning pada pihak-pihak yang terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa ini agar tidak main-main.

Menurut dia, mulai dari Kelompok Masyarakat (Pokmas), fasilitator, aplikator dan organisasi perangkat daerah tekhnis, telah di instruksikan agar benar-benar memperhatikan kualitas bangunan. Sebab, kualitas konstruksi menjadi hal utama agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. ”Kualitas konstruksi rumah tahan gempa (RTG) jangan sampai tidak sesuai spesifikasi teknis dan gambar,” ujar Ahsanul menjawab wartawan, Minggu (26/5).

Mantan Kadis Sosial NTB itu menjelaskan, spesifikasi bangunan mulai dari pondasi wajib dilaksanakan dengan tepat. Pondasi ini berupa kedalaman dan teknis pemasangan batu pondasi. Pembuatan pondasi tidak boleh menyalahi standar yang ditetapkan. Karena mempengaruhi keseluruhan kekuatan RTG yang dibangun.

Bagian yang sangat penting diperhatikan dalam pembangunan RTG adalah pembesian. Pembesian ini berupa kualitas dan akurasi pembuatan begel, pemasangan jarak antara begel pada tiang dan sloof. Juga sambungan besi antara tiang dan tiang ring balok.

Sehingga, kata dia, pemasangannya tidak boleh sama sekali keluar dari standar yang ditetapkan. “Bila standar diabaikan bisa dipastikan kualitas RTG akan menurun drastis. Jadi, jangan samapai saat terjadi gempa besar malah membahayakan penghuni rumah,” tegas Ahsanul.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pengecoran beton. Diungkapkan Ahsanul, pengecoran wajib memperhatikan kualitas campuran adukan beton. Bila pengecoran tidak sesuai standar akan muncul persoalan berupa adanya rongga atau pecah-pecah dalam coran.

“Tebal selimut beton serta kualitas material berupa pasir dan batu pecah yang dipakai dalam adukan beton juga harus diperhatikan,” ucapnya.

Ahsanul menambahkan, pihaknya dalam rangkan pengawasan telah membuka layanan call center. Call Center dihajatkan untuk menampung semua laporan yang selama ini kerap masuk ke nomor kepala BPBD langsung. “Disitu, warga bisa langsung melaporkan bila ada penyimpangan. Baik melalui pesan singkat dan telpon, nanti ada petugas kami yang langsung turun mengkros chek informasi dari masyarakat,” tandasnya. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Trending di Ekonomi