Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kembang Kerang Daya Lakukan PPKT

12

Daeng Muzakkir

SELONG,DS-Kepala Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Lombok Timur (Lotim), Daeng Muzakkir Mukhtar, SE., Ahad (23/05/21), menyampaikan bahwa, pihaknya akan membuka Program Padat Karya Tunai (PPKT) untuk masyarakat dengan pekerjaan pemerataan JUT yang sempat tertunda karena Covid 19. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan.

            “Alhamdulillah, PPKT ini Insyaa Allah kita laksanakan minggu depan, kita berdayakan masyarakat setempat dengan pekerjaan pemerataan Jalan Usaha Tani (JUT),  yang sedianya dilaksanakan tahun 2020, namun tertunda karena Covid 19. Ada sejumlah empat titik JUT dengan total panjang sekitar 5 km dengan lebar 7 meter, mudah-mudahan usai dalam kurun waktu sebulan dua bulan,” kata Daeng Muzakir.

            Daeng Muzakkir menjelaskan, PPKT merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk secara langsung terlibat dalam pengerjaan infrastruktur jalan di desanya. Masyarakat bekerja dan berkarya dengan tenaganya untuk kepentingan dan kemajuan desa serta dapat mendukung aktivitas keseharian masyarakat berjalan dengan lancar. Ketika masyarakat mendapatkan haknya dari pekerjaan PPKT ini, ada kepuasan tersendiri, baik secara material maupun psykologis.

“Dengan selesainya PPKT ini nanti maka, para petani dapat mengangkut/mendistribusi hasil pertanian, para pedagang pun demikian, dan masyarakat pada umumnya dapat melakukan aktivitas dengan didukung infratruktur jalan yang memadai,” terangnya.

            Dia menyebut beberapa produk andalan Desa Kembang Kerang Daya. Produk yang sangat dikenal antero masyarakat Lombok Timur adalah : Tenun ikat tradisional Sesek Kereng, Poteng Ambon Jawa, dan Gule Gending. Ketiga produk inilah yang diandalkan ke depan sebagai pendukung sektor Kepariwisataan. Menurut Daeng Muzakkir, produk kearifan lokal Seni Budaya dan Kuliner tersebut  dipercaya mampu menjadi bagian penting dalam dunia kepariwisataan.

            Daeng Muzakkir mengakui bahwa, dalam masa pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih menjadi perhatian ektra pemerintah, semua aspek menjadi terbatas dan adanya kesadaran serta pengertian untuk mengikuti prokoler kesehatan.  Adanya keterbatasan gerak langkah tersebut menjadi faktor pergerakan aktivitas masyarakat dalam bidang usaha.  “Masyarakat tetap beraktivitas, menjalankan sudah yang sudah barang tentu tetap mengindahkan protokol kesehatan,” akunya. Hanya saja, para pengrajin Gule Gending tak dapat lagi keluar daerah sebagaimana  sebelumnya, karena harus menyiapkan dana ekstra untuk itu.  “Mudah-mudahan dengan adanya PPKT ini dapat sedikit menguurangi beban ekonomi masyarakat selama masa pandemi Covid 19 ini,” imbuh  alumni Universitas Gunung Rinjani ini (Kusmiardi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.