A place where you need to follow for what happening in world cup

Kematian Ibu dan Bayi Banyak Terjadi di Rumah Sakit, Sekda Lombok Timur Beri “Warning” Begini

69

Evaluasi Tim ACSIA tingkat Kabupaten Lombok Timur

Selong, DS-Kecepatan dan ketepatan rujukan menjadi salah satu penekanan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, dalam upaya mencegah kematian ibu dan bayi. Ironisnya, kasus kematian ibu lebih banyak terjadi di rumah sakit.

Hal itu disebabkan pasien yang dibawa ke rumah sakit kerap sudah berada pada kondisi buruk ketika dirujuk. Namun itu semua ada latarbelakangnya seperti faktor ekonomi hingga sosial psikologis.

Sekda Lotim di hadapan camat dan Forkopimcam yang hadir pada kegiatan Evaluasi Tim ACSIA tingkat Kabupaten Lombok Timur, mengingatkan bahwa karena alasan tersebut maka peran tim Aksi Cepat Sayang Ibu dan  Anak (ACSIA) menjadi sangat penting, utamanya yang ada di tingkat kecamatan dan desa.

Kaitan dengan itu Sekda Juaini memberikan tenggat waktu hingga akhir Oktober bagi seluruh camat membentuk dan menguatkan Tim ACSIA di level kecamatan,

“Saya akan cek, semua camat harus meng-SK-kan tim ACSIA di tingkat kecamatan. Saya beri waktu sampai Oktober,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar camat mendorong pembentukan tim serupa di tingkat desa.

Sementara ini masih ada sejumlah kecamatan yang Tim ACSIA-nya belum di-SK-kan. Padahal Tim ACSIA itu disebut Sekda menjadi salah satu tim yang dibentuk paling awal mewujudkan target RPJMD 2018-2023. Namun ia mengakui kondisi Covid-19 menyebabkan semua kegiatan terkonsentrasi untuk penanganannya.

Pada acara yang berlangsung di Ruapatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur pada Rabu (22/9) , Sekda juga mengingatkan untuk melihat kembali efektivitas dan penegakan Peraturan Desa terkait Pendewasaan Usia Pernikahan yang telah dimiliki hampir seluruh desa. Demikian halnya dengan Posyandu Keluarga sebagai langkah pemetaan resiko.

Sekda menekankan pula pentingnya sinergisitas. Menurutnya hal tersebut menjadi strategi untuk dapat mencapai target penurunan angka kematian ibu dan anak sesuai yang tercantum dalam RPJMD 2018-2023. Keterlibatan sektor terkait sangat diharapkan untuk mengambil peran. Ia optimis apa yang menjadi target bersama dapat terwujud.

Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H. Pathurahman, mengharapkan kerjasama dan sinergi di semua level untuk menurunkan kasus kematian ibu dan bayi di Lombok Timur yang cenderung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal melalui pemenuhan sarana prasarana alat kesehatan juga menjadi pekanannya. Selain peran desa, Pathurahman mengharapkan pula peran organisasi profesi, terkait pemerataan SDM dan peningkatan komptensi.

Kegiatan ini berlangsung dalam dua hari, yaitu 22 dan 23 September dengan peserta seluruh camat dan Forkopimcam, Kepala Puskesmas, bidan, pimpinan OPD terkait, pihak RSUD dan RS swasta, serta organisasi profesi.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas