Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 7 Nov 2019 04:36 WITA ·

Kemajuan Smelter Sesuai Rencana, AMNT Diminta Serap Tenaga Lokal dan Teknologi Dalam Negeri


					rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kabupaten Sumbawa Barat di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB Perbesar

rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kabupaten Sumbawa Barat di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB

Mataram,DS- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati KSB, didampingi Pj. Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi dan Asisiten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, memimpin rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kabupaten Sumbawa Barat di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB, Rabu (6/11/2019).

Dari penjelasan yang diberikan Direktur AMNT, Rahmat Makassau, Gubernur NTB dalam arahannya meminta dalam proses pembangunan Smelter dan Industri turunannya di KSB, PT AMNT memaksimalkan penggunaan material produksi dalam negeri. Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam proses konstruksi dan operasional Smelter agar penyerapan tenaga kerja lokal menjadi skala prioritas juga.

Gubernur menegaskan, pemerintah saat sekarang ini dalam posisi membantu dan akan memasilitasi segala kebutuhan PT AMNT untuk mempercepat progres Smelter.
“Kalau ada kendala, segera beritahu kami. Agar kami segera melakukan komunikasi baik di tingkat daerah maupun di pusat,” ujar gubernur.

Sementara itu Wakil Gubernur menilai progres pembangunan Smelter berjalan dengan baik seperti pembebasan lahan Smelter seluas 850,16 hektar. Relokasi jalan nasional dan provinsi, alih fungsi pelabuhan Benete ke Pelabuhan Lalar dan regulasi-regulasi lainnya pun berjalan dengan baik. Adapun kendala-kendala yang masih ada, Umi Rohmi meminta agar terus dilakukan komunimasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait.

Wagub juga menekankan kepada pihak PT AMNT agar konsep pembangunan Smelter ramah lingkungan. Sedangkan yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, ia meminta agar memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Untuk menyiapkan tenaga kerja dengan skill yang sesuai dengan kebutihan, pemerintah akan membangun kerjasama dengan perguruan tinggi, training dengan lembaga teknik Petrotekno, revisi BLK dan SMK di NTB dan pembangunan Politeknik Pertambangan.

“Prioritas tenaga kerja lokal, lakukan training untuk upgrade capacity sehingga persentase bisa maksimal diisi tenaga kerja lokal,” pintanya.

Sebelumnya Direktur PT AMNT, Rahmat Makassau, mengatakan bahwa pada tahap konstruksi Smelter, dibutuhkan 7000 – 8000 tenaga kerja. Proses rekrutmen tenaga kerja masa konstruksi melalui Kontraktor FPC bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Sedangkan untuk operasional Smelter dibutuhkan sekitar 500 – 600 tenaga kerja dengan skill baik. Untuk engineer dan operator diperlukan sekitar 100 orang dengan pendidikan S1/D3 Engineering. “Kebutuhan tenaga kerja tersebut belum termasuk industri turunannya. Kami berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal,” ungkapnya. hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi