Berbagi Berita Merangkai Cerita

Keluarga Bayi Kembar Siam Butuh Dana Operasi, Dewan Berikan Bantuan

272

SELONG, DS – Bayi kembar siam Anaya dan Inaya mendapat bantuan dari anggota DPRD Lombok Timur. Penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk empati terhadap Anaya dan Inaya yang harus menjalani operasi pemisahan badan.

“Jangan dilihat jumlah nilainya, tapi rasa kemanusian, rasa simpati, serta motivasi juga bagi orang lain untuk berbagi,” ujar wakil ketua DPRD Lombok Timur, M. Badran Achsyid usai menyerahkan bantuan pada Rabu (17/06/2020) di kediaman bayi kembar siam Anaya dan Inaya, di desa Jurit, Kecamatan Masbagik.

Badran menyebut kasus kembar siam sebagai kasus yang spesial, sehingga harus mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah daerah. Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, menurutnya, keselamatan jiwa anak bangsa tidak boleh diabaikan dengan alasan tersebut.

“Menyangkut jiwa ini. Apapun harus dilakukan pemerintah untuk menangani ini. Pandemi boleh, tapi ini jiwa anak bangsa juga harus diselamatkan,” tegasnya.

Dikatakannya lebih lanjut, DPRD Lombok Timur akan memanggil instansi terkait untuk mencari solusi penanganan bayi kembar siam Anaya dan Inaya. Terutama terkait masalah kekurangan biaya operasi yang harus ditanggung oleh keluarga.

Terlebih, dana yang dibutuhkan untuk operasi pemisahan kedua bayi kembar siam tersebut menembus angka Rp. 1,5 milyar rupiah. Sementara pemisahan Anaya dan Inaya harus segera dilakukan ditengah keterbatasan ekonomi kedua orangtuanya.

“Jadi kita akan komunikasikan untuk percepatan penangan anaya dan inaya ini. Kita akan lakukan komunikasi segera dengan instansi terkait. Mungkin dalam beberapa hari ini,” janjinya.

Sementara itu, Husniati, ibu dari Anaya dan Inaya hanya mampu menyampaikan harapan agar segera dilakukan pemisahan badab terhadap kedua buah hatinya.

“Semoga secepatnya anak saya ini dioperasi,” harapnya.

Terkait tentang sejauh mana penggalangan dana yang telah dilakukan, dr. Yuli Prasetio selaku dokter pendamping bayi kembar siam Anaya dan Inaya mengatakan kekurangan dana operasi masih sangat jauh. Meskipun berbagai upaya penggalangan dana telah dilakukan oleh tim.

“Sementara ini sedang melakukan penggalangan dana. Kami sudah coba dari rumah yatim dan kitabisa.com. Terakhir saya lihat Rp. 290-an juta,” terangnya.

Meskipun operasi tak dapat dilakukan pada usia Golden Periode (Periode emas), namun ia meyakinkan operasi masih ideal dilakukan diusia Anaya dan Inaya yang telah melebihi satu tahun. Sementara ini, pembahasan masih dilakukan oleh tim operasi kembar siam dari RS dr. Soetomo Surabaya.

“Memang seharusnya lebih baik sebelum usia satu tahun,” ujarnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.