Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kasus Covid-19 Melonjak, Mataram Terapkan Jam Malam

576

FOTO. Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh saat memimpin rapat Forkopimda menyikapi melonjoknya kasus corona di Kota Mataram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS  – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram akan memperketat pembatasan jam malam mulai pukul 22.00 Wita sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 yang mulai meningkat akhir-akhir ini.

“Pembatasan jam malam telah mulai kita perketat sejak Rabu malam (13/1) dan akhir bulan ini. Kebijakan ini, kita lakukan menyikapi melonjaknya kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir ini,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, Selasa Malam (19/1).

Menurut dia, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram telah mengeluarlan edaran Wali Kota Mataram nomor 443/542/BPBD/VIII/2020 terkait jam malam yang diberlakukan sejak 28 Maret 2020 yang hingga kini, belum pernah dicabut.

“Tapi karena masyarakat mulau jenuh, sehingga masyarakat menormalkan diri di era normal baru. Karena itulah, regulasi jam malam kembali diperketat,” ungkap Swandiasa.

Ia menegaskan, pengetatan regulasi jam malam itu sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Mataram. Dengan jam malam diaktifkan lagi, sejumlah kegiatan masyarakat juga dibatasi.

Seperti aktivitas jual beli dihentikan sampai pukul 22.00 Wita, berikutnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di Mataram dimatikan.

“Jadi kami berharap masyarakat bisa kooperatif membatasi diri dengan pemberlakuan jam malam tersebut,” tegas Swandiasa.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan pemberlakuan jam malam diawasi langsung oleh TNI/Polri, dengan melibatkan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Mataram.

Sejumlah kegiatan dilakukan aparat dalam upaya pengawasan jam malam antara lain mendatangi tempat-tempat yang mengundang kerumunan, seperti kafe dan tempat hiburan yang ramai dikunjungi warga masyarakat di atas pukul 22.00 Wita.

“Kita akui pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19, di tempat kerumunan seperti kafe itu sulit diterapkan terutama menjaga jarak sehingga itu menjadi atensi petugas,” tandas I Nyoman Swandiasa. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.