Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kasat Reskrim Loteng Penolak Laporan “Anak Durhaka” dapat Penghargaan Kapolda NTB

162
Kapolda NTB Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Mohammad Iqbal saat memberikan penghargaan ke Kasat Reskrim Polres Loteng

MATARAM, DS –  Kapolda NTB Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Mohammad Iqbal memberikan piagam penghargaan pada Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyono Suhartono.

Penghargaan berupa piagam itu diberikan Mantan Kadiv Humas Polri itu saat syukuran Hari Bhayangkara ke-74 yang digelar di Lapangan Tenis Maerkas Polda NTB, Rabu (1/7).

AKP Priyono Suhartono merupakan polisi yang viral di media sosial, lantaran ia menolak laporan Mahsun, seorang anak yang mau mempidanakan ibu kandungnya ke polisi.

“Jadi piagam penghargaan kepala Polda NTB ini diberikan karena dedikasinya di bidang penegakan hukum terkait kebijakan dalam mengambil keputusan, menolak laporan seorang pria yang menuduh ibunya menggelapkan sepeda motor,” ujar Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Artanto pada wartawan, kemarin.

Suhartono yang ditemui wartawan mengaku dia menolak laporan Mahsun, karena iba melihat reaksi ibu kandung pelapor itu, Kalsum, warga Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Cuplikan video hal ini menjadi bahasan warga jejaring di mana-mana, dan banyak yang memuji langkah yang diambil perwira pertama polisi ini. Anak yang melaporkan ibu kandungnya kepada polisi ini dinilai banyak orang sebagai anak durhaka.

“Jujur saya di situ (proses mediasi) terbawa suasana, merasa sedih melihat seorang anak memperlakukan (membentak dan memarahi) ibunya seperti itu,” kata Suhartono.

Karena perlakuan yang demikian, Suhartono yang berniat ingin menyelesaikan persoalannya secara damai, sempat menawarkan Mahsun uang untuk mengganti kendaraan roda dua merek Honda Beat itu.

“Saya melihat raut wajah ibunya yang menangis dibentak, dimarahi anaknya, spontan saya tawarkan untuk beli motornya, yang penting masalah ini selesai,” ujarnya.

Namun demikian, Mahsun ternyata tetap bersi kukuh mau melaporkan ibu kandungnya. Karena itu, mediasi permasalahan antara ibu kandung dengan anak semata wayangnya itu tidak menghasilkan perdamaian.

“Akhirnya di situ saya ambil keputusan, pelapor saya minta pulang dan minta dia pikir kembali untuk melaporkan ibunya,” tandas Suhartono. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.