Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kartu Vaksin di Kota Mataram akan jadi Syarat Ikuti Ujian Sekolah dan Beasiswa

62

FOTO. Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali (tiga kanan) saat mendampingi Ketua Kwarda Pramuka Kota Mataram H. Didi Sumardi (tengah) dan jajaran pengurus Kwarda Pramuka Kecamatan Selaparang, beberapa hari lalu. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Percepatan vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar digenjot Pemkot Mataram. Kali ini, Dinas Pendidikan mengeluarkan kebijakan bagi semua sekolah terkait kartu vaksin Covid-19 yang akan menjadi syarat untuk mengikuti ujian sekolah bagi para siswa. Kartu vaksin Covid-19 juga akan dipergunakan untuk siswa agar bisa mengikuti ulangan dan pemberian program beasiswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H Lalu Fatwir Uzali, membenarkan pihaknya telah mengeluarkan sejumlah kebijakan mewajibkan pada semua siswa SMP/MTs sederajat usia di atas 12 tahun divaksin Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya dan strategi agar percepatan vaksinasi pelajar di wilayahnya berjalan sesuai target.

“Kebijakan Kartu Vaksin Covid-19 siswa di Mataram sebagai syarat untuk ikut ujian, ulangan, pemberian program bea siswa dan lainnya adalah cara kita agar kekebalan tubuh serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam berinteraksi di tengah pandemi bisa terwujud di Kota Mataram,” kata Fatwir pada wartawan, Rabu (15/9).

Menurut dia, awalnya vaksinasi Covid–19 bagi siswa tidak diwajibkan dan tidak menjadi syarat apapun. Namun, sejalan dengan program pemerintah peduli lindungi, pihaknya mengambil kebijakan semua siswa yang memenuhi syarat wajib divaksin Covid-19 seperti halnya guru.

“Artinya, bagi siswa yang memiliki komorbid atau tidak memenuhi syarat divaksin, harus menunjukkan surat keterangan dari tim medis,” tegas Fatwir. Kebijakan mewajibkan siswa untuk vaksin Covid-19, lanjut Fatwir, sekaligus untuk menghilangkan rasa ragu dan takut anak-anak karena mendengar informasi vaksin yang kurang tetap. Padahal, pemerintah sudah menyatakan secara resmi bahwa vaksin Covid-19 aman dan halal.

“Vaksin itu bermanfaat meningkatkan imun tubuh sehingga memberikan rasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya.

Untuk memasifkan vaksinasi siswa usia 12 tahun ke atas yang berada pada 44 sekolah tingkat SMP/MTs negeri/swasta se-Kota Mataram dengan jumlah sekitar 12.000 siswa, telah dilaksanakan layanan vaksinasi di sekolah secara bergantian sesuai jadwal. “Untuk hari ini kegiatan vaksinasi dilaksanakan di SMPN 9 Mataram dengan sasaran sekitar 300 siswa,” ucapnya.

Untuk mencapai target vaksinasi siswa sebesar 90 persen dari target sekitar 12.000 sasaran, pihaknya menargetkan kegiatan vaksinasi pelajar dilakukan setiap hari pada sejumlah sekolah. Target vaksinasi per hari sekitar 300 sampai 400 siswa. “Insyaallah, vaksinasi siswa akan kita laksanakan sampai anak-anak semua tervaksin atau stok vaksin habis,” tuturnya.

Menyinggung apakah kebijakan mewajibkan itu termasuk melanggar hak anak karena bisa menimbulkan kesan diskriminasi, Fatwir mengatakan, kebijakan itu akan dijalani dulu sembari mencari solusi ketika muncul masalah lain.

“Yang kita pikir dan prioritaskan saat ini adalah kesehatan anak-anak, sehingga mereka bisa tetap bisa ikut pembelajaran tatap muka,” tandas Fatwir Uzali. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.