Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kartal Bawang Putih, Mentan Siap Tempuh Jalur Hukum

0 11

LOTIM, DS – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengancam membawa masalah kartal bawang putih ke proses hukum. Sebab, praktek seperti itu telah menyebabkan harga komoditas tersebut menjadi relatif mahal di pasaran.

Amran mengaku, jumlah pengusaha yang sudah diketahui bermain kartel komoditas pertanian sudah mencapai puluhan orang hingga pertengahan tahun 2017 dan sudah diproses hukum.

“Sementara, saat ini ada enam yang masih kita telusuri, laporannya sudah masuk ke saya. Dan, pergerakan mereka tengah kita awasi. Pokoknya jangan main-mainlah lawan saya kalau soal komoditas pertanian,” tegasnya menjawab wartawan, saat melakukan kunjungan kerja di Sembalun, Kabupaten Lotim, Rabu (24/5).

Amran mengatakan pihaknya bersama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, berkomitmen memerangi kartel komoditas pertanian, termasuk bawang putih. Sebab, praktik kartel merupakan perbuatan yang menzalimi petani dan konsumen.

“Pemerintah akan pro ke petani, bagaimana mereka untung, pedagang untung, konsumen tersenyum. Kami fokus mengamankan intruksi Pak Presiden agar lebih berpihak dan sayang pada rakyat,” ujar Amran.
Pemerintah, kata dia, menargetkan, Indonesia swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan. Sebab, luas lahan yang dibutuhkan hanya 60.000 hektare.

Amran menambahkan, jika Indonesia swasembada bawang putih maka tidak perlu ada lagi produk impor yang dijual di pasaran dan praktik kartel diharapkan lenyap. “Khusus di NTB, selain Sembalun di Lombok Timur, juga ada Sambori, di Kabupaten Bima,” tandasnya.
Sementara itu, Komisi KPPU yang menggelar rapat pada Selasa (23/5) lalu, memutuskan meningkatkan status dugaan kartel bawang putih dari penelitian ke tahap Penyelidikan.

Keputusan ini diambil setelah dalam Rapat Komisi digelar hasil penelitian yang dilakukan oleh Investigator KPPU menunjukkan fakta-fakta adanya dugaan pengaturan distribusi bawang putih oleh beberapa pelaku usaha yang menguasai pasar hingga sekitar 50%.

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, menyatakan bahwa terdapat indikasi dugaan pengaturan distribusi bawang putih, mulai dari proses importasinya hingga distribusinya. “Kami menduga terjadi pengaturan pasokan ke pasar mulai dari impornya melalui dua pintu masuk utama impor bawang putih ke Indonesia, yaitu pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pelabuhan Belawan Medan. Dugaan pengaturan ini telah berujung pada naiknya harga jual bawang putih di pasaran,” tegas Syarkawi.

Komposisi volume impor bawang putih di dua pintu masuk utama tersebut 94% melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sedangkan sisanya melalui pelabuhan Belawan Medan. Diduga terdapat lima group pelaku usaha yang menguasai impor bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan satu group pelaku usaha menguasai di pelabuhan Belawan Medan.

Saat ini, Indonesia mengimpor sekitar 97% kebutuhan bawang putih dalam negeri. Hanya sekitar 3% yang dihasilkan sendiri di dalam negeri. Impor bawang putih Indonesia hampir semuanya berasal dari China.

Langkah KPPU ini juga seiring dengan upaya pemerintah yang tengah berusaha keras untuk menjaga stabilitas harga pangan, baik melalui pembentukan Satgas Pangan yang digagas oleh Polri maupun instrumen pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh Kementerian Perdagangan.

Syarkawi mengingatkan pentingnya antisipasi kondisi ini, terlebih saat ini akan memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri, yang biasanya akan dimanfaatkan oleh beberapa pelaku usaha tertentu untuk mengambil keuntungan tidak wajar. fahrul

Leave A Reply