Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kapenrem: RSAD Wira Bhakti Tangani Pasien Sesuai Prosedur

18
Mayor Inf.Dahlan

MATARAM, DS – Beredarnya berita di beberapa media terkait meninggalnya bayi dari pasien I Gusti Ayu Arianti (23), warga Lingkungan Pajang, Kelurahan Pejanggik,  Kota Mataram di Rumah Sakit Permata Hati pada Selasa (18/8) lalu, menuai reaksi Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan.

Menurut Dahlan, pemberitaan yang menyebutkan tim medis kurang merespon hal itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kapenrem perlu mengklarifikasi hal itu. Sebab, dari hasil keterangan tim medis RSAD Wira Bhakti Mataram yang bertemu langsung dengan pasien, pada Selasa (18/8) di RSAD Wira Bhakti Jalan  Hos Cokro Aminoto Kota Mataram telah datang pasien I Gusti Ayu Arianti (23) yang diterima petugas Medis RSAD Wira Bhakti Mataram yang bertugas saat itu.

Dijelaskan Dahlan, pada pukul 07.30 Wita pasien itu datang ke UGD RSAD Wira Bhakti didampingi suaminya dengan kondisi baik

Selanjutnya, ia diterima oleh petugas medis RSAD yang bertugas saat  itu. “Ada perbincangan antara tim medis dan pasien yang menanyakan perihal keluhannya,” kata Kapenrem.

Dahlan mengungkapkan, pasien mengalami keluar air dari jalan lahir pada dini hari. Namun saat itu, pasien mengatakan sudah tidak mengeluarkan air lagi dari jalan lahir dan perut tidak merasa mules maupun sakit.

“Sehingga memberi kesan pasien kondisi sangat baik, karena dapat berkomunikasi dengan baik, tanpa ada yang di keluhkan lagi,” ungkap Kapenrem.

Petugas medis di RSAD Wira Bhakti, tak lupa menanyakan kepada pasien terkait dokter tempat biasa kontrol atau konsul untuk pemeriksaan kandungan selama hamil (USG).

“Saat iti, pasien menjawab bahwa dokter yg selama ini menangani adalah dr. Gede Hendrawan Sp.OG. Rencana ibu akan kontrol nanti sore (pada hari itu juga),” ujar Kapenrem.

“Petugas medis menyampaikan bahwa  dr.Gede Hendrawan Sp.OG tidak praktik di RSAD. Tapi, jika ingin  di tangani oleh dr.  Gede Hendrawan, Sp.OG, maka disarankan ke poli kandungan RSUD Kota Mataram,” sambung Dahlan.

Sesuai prosedur. Petugas medis sempat menanyakan kondisi pasien terkait apakah sudah melaksanakan rapid tes. Hanya saja, pasien menjawab belum pernah melakukan repid test.

“Selanjutnya, pasien menanyakan apakah boleh repid test di klinik Laboratarium dan petugas medis menjawab, sebaiknya di Puskesmas. Karena, kalau di Puskesmas di samping gratis juga mempermudah proses rujukan,” jelas Kapenrem.

Dahlan menuturkan, setelah menerima penjelasan petugas medis. Akhirnya, pasien dan suaminya pulang sekitar Pukul 07.35 wita dari RSAD.

Bahkan, sebelum meninggalkan RSAD, pasien sempat bertanya kembali terkait Poli Kandungan atau Puskemas terlebih dahulu.

“Disitu, petugas medis menjawab sebaiknya pasien  ke Poli kandungan RSUD Kota Mataram,” ucap Dahlan.

Ia menambahkan, pihaknya perlu meluruskan terkait kondisi sebenarnya pasien tersebut. “Hal ini, agar masyarakat mengetahui kronologis yang sebenarnya,” tandas Dahlan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.