BSK Samawa

Kantor SAR Mataram Gelar SAR Community Bagi IOF NTB

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memiliki kewajiban atau tanggung jawab dalam memberikan pelatihan kepada potensi SAR. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan. Terlebih, Basarnas saat melaksanakan Operasi SAR senantiasa bersinergi dengan potensi SAR.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi saat membuka kegiatan SAR Community, pada Sabtu (9/12), di Lombok Barat.

“Tentu ada dukungan dari potensi SAR baik dari instansi pemerintah, Polri, TNI, komunitas, dan relawan,” kata Wahyu.

Letak geografis Nusa Tenggara Barat (NTB) berada pada alur pegunungan yang melintas dari Sumatera, Jawa, hingga NTT. Pada alur pegunungan ini, banyak gunung yang masih aktif. Jika terjadi bencana alam, tidak menutup kemungkinan ada daerah-daerah yang terisolir. Sehingga untuk mengakses lokasi tersebut dalam memberikan bantuan kemanusiaan, tentunya Kantor SAR Mataram membutuhkan dukungan dari potensi SAR, salah satunya IOF (Off Road Federation).

“Seandainya terjadi bencana, kita tinggal menghubungi IOF untuk melaksanakan bantuan droping, pemetaan, dan lain-lain,” tambahnya.

Mengakhiri sambutan, Wahyu menyampaikan harapannya agar di tingkat daerah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat tali silaturahim khususnya di wilayah NTB.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Harian IOF NTB Hamzan Fitrayadi. merupakan ujung tombak ketika terjadi bencana alam di daerah, dengan tugas melakukan pemetaan-pemetaan, penyaluran kebutuhan-kebutuhan bagi korban di daerah terdampak.

“Memiliki slogan Unity and Humanity, jadinya adalah untuk kemanusiaan,” ungkap Hamzan.

Acara yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 10 Desember 2023 ini diikuti oleh 75 orang peserta dari IOF NTB. Pelatihan yang diberikan dibidang pertolongan pertama (first aid).li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.