Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kantor Dinas dan Eks Pasar di Lombok Timur akan Disulap Jadi RTH

17

SELONG, DS – Sejumlah bekas pasar tradisional di Lombok Timur akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Keputusan untuk menambah ruang terbuka hijau diambil Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy, saat menggelar rapat pada bulan akhir tahun 2019 lalu.

Hal ini dituturkan beberapa waktu lalu oleh Kepala Bidang Pertamanan dan ruang terbuka hijau (RTH), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur, Indar Jaya Kusuma. “Kita mendapatkan ini, saat rapat dengan sejumlah SKPD yang dipimpin langsung oleh Bupati, dan diikuti beberapa camat juga,” terang Indar.

Dalam perencanaan pada waktu itu, sebanyak lima lokasi eks pasar yang akan dijadikan ruang terbuka hijau. Diantaranya, eks pasar pancor yang berada di depan masjid beleq At-taqwa Pancor.

Selain itu, beberapa kantor kedinasan yang berada di sekitar kawasan taman kota selong, mulai dari kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), juga akan dijadikan sebagai RTH. Kecuali kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang merupakan aset milik pemerintah pusat.

“Pasar paok motong, Masbagik, Pancor, Pringgabaya. BKPSDM sampai Dukcapil, kecuali BPN karena merupakan aset pusat,” ucapnya.

Bahkan Pemerintah Daerah telah mencanangkan RTH tersebut mulai digarap pada 2021. Namun dengan adanya musibah non alam Covid-19 yang melanda Indonesia, tentu harus dilihat kembali penyesuaian anggarannya apakah memungkinkan untuk itu.

Kondisi ini berbeda dengan eks pasar Pancor yang telah selesai detail enginering design (DED) nya. “Yang di pasar Pancor, itu yang tangani Kotaku. Kalau tidak terpotong, mungkin jalan juga. Kalau itu sudah ada DED, sudah lengkap semua,” pungkas Indar. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.