Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kantongi SKA, Batam Jual Cabai NTB ke Luar Negeri

0 15

MATARAM, DS – Selama ini, Provinsi NTB selaku daerah penghasil komoditi cabai selalu dirugikan akibat pengiriman cabai ke Batam.  Sebab, dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, komoditi pertanian unggulan NTB dikirim ke berbagai negara diantaranya, Singapura dan Malaysia.

“Bayangkan, dengan hanya mencantumkan surat keterangan asal (SKA) barang, yakni Batam. Jadi yang dapat manfaat itu Batam bukan NTB. Disinilah kerugian kita di NTB,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani menjawab wartawab di ruang angrek komplek kantor gubernur NTB, Jumat (22/2).

Menurut Selly, semestinya asosiasi petani cabai mengirim cabai langsung dari NTB bukan melalui Batam sehingga manfaatnya pun bisa dirasakan lebih besar oleh NTB sebagai daerah penghasil. “Tapi ini kan tidak. Apalagi informasinya pemain cabai ini satu orang dan kami tidak pernah temukan, tapi cabainya ada di jual di pasar Kramat Jati, Jakarta,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB menyatakan,  terdata jika jumlah produksi cabai NTB pada tahun 2018 mencapai 200 ribu ton dengan harga cabai di pasaran berkisar Rp 25-30 ribu per kilogram. Bahkan, tahun 2018 harga cabai sampai menembus angka Rp 200 ribu per kilogram.

“Karena harga tinggi ini para petani kita lebih memilih menjual ke Batam, ditambah cabai kita diminati oleh Malaysia dan Singapura. Namun, berapa yang di eskpor ke Malaysia dan Singapura itu kita tidak tahu karena gak ada datanya,” jelas Selly.

Diakuinya, kelemahan NTB karena tidak memiliki pelabuhan ekspor seperti Batam, sehingga cabai asal NTB tidak bisa dikirim langsung melalui pelabuhan-pelabuhan di NTB. Padahal, jika ada pelabuhan tentu nilai tambah bagi daerah ini besar.

“Sebetulnya kita bisa menjual cabai ini dari NTB melalui E-Shop. Seperti kita menjual jagung asal NTB ke Filipina. Tapi kalau pedagang masih jual ke Batam kami juga tidak akan bantu, kalau lagi-lagi yang dapat manfaatnya daerah lain,” tegas Selly.

Meski demikian, kata dia, akhir-akhir ini pengiriman cabai asal NTB ke Batam menjadi tersendat setelah kenaikan harga kargo pesawat yang diberlakukan maskapai.

“Dari informasi yang kita peroleh ada 11 ton yang belum bisa keluar,” tandas Selly Andayani. RUL.

 

Leave A Reply