Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 22 Feb 2019 19:36 WITA ·

Kantongi SKA, Batam Jual Cabai NTB ke Luar Negeri


					Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani (dua kiri) didampingi Plt Karo Humas dan Protokoler Setda NTB Najamudin Amy saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTB Perbesar

Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani (dua kiri) didampingi Plt Karo Humas dan Protokoler Setda NTB Najamudin Amy saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur NTB

MATARAM, DS – Selama ini, Provinsi NTB selaku daerah penghasil komoditi cabai selalu dirugikan akibat pengiriman cabai ke Batam.  Sebab, dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, komoditi pertanian unggulan NTB dikirim ke berbagai negara diantaranya, Singapura dan Malaysia.

“Bayangkan, dengan hanya mencantumkan surat keterangan asal (SKA) barang, yakni Batam. Jadi yang dapat manfaat itu Batam bukan NTB. Disinilah kerugian kita di NTB,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani menjawab wartawab di ruang angrek komplek kantor gubernur NTB, Jumat (22/2).

Menurut Selly, semestinya asosiasi petani cabai mengirim cabai langsung dari NTB bukan melalui Batam sehingga manfaatnya pun bisa dirasakan lebih besar oleh NTB sebagai daerah penghasil. “Tapi ini kan tidak. Apalagi informasinya pemain cabai ini satu orang dan kami tidak pernah temukan, tapi cabainya ada di jual di pasar Kramat Jati, Jakarta,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB menyatakan,  terdata jika jumlah produksi cabai NTB pada tahun 2018 mencapai 200 ribu ton dengan harga cabai di pasaran berkisar Rp 25-30 ribu per kilogram. Bahkan, tahun 2018 harga cabai sampai menembus angka Rp 200 ribu per kilogram.

“Karena harga tinggi ini para petani kita lebih memilih menjual ke Batam, ditambah cabai kita diminati oleh Malaysia dan Singapura. Namun, berapa yang di eskpor ke Malaysia dan Singapura itu kita tidak tahu karena gak ada datanya,” jelas Selly.

Diakuinya, kelemahan NTB karena tidak memiliki pelabuhan ekspor seperti Batam, sehingga cabai asal NTB tidak bisa dikirim langsung melalui pelabuhan-pelabuhan di NTB. Padahal, jika ada pelabuhan tentu nilai tambah bagi daerah ini besar.

“Sebetulnya kita bisa menjual cabai ini dari NTB melalui E-Shop. Seperti kita menjual jagung asal NTB ke Filipina. Tapi kalau pedagang masih jual ke Batam kami juga tidak akan bantu, kalau lagi-lagi yang dapat manfaatnya daerah lain,” tegas Selly.

Meski demikian, kata dia, akhir-akhir ini pengiriman cabai asal NTB ke Batam menjadi tersendat setelah kenaikan harga kargo pesawat yang diberlakukan maskapai.

“Dari informasi yang kita peroleh ada 11 ton yang belum bisa keluar,” tandas Selly Andayani. RUL.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Organisasi Perempuan NTB Diharap Bantu Pemberdayaan Ekonomi

11 Mei 2022 - 08:20 WITA

Trending di Ekonomi