Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 9 Jun 2022 14:35 WITA ·

Kantongi Lisensi dari Federation International de Motorcyclism, Dokter NTB Layani Full MXGP Samota


					FOTO.  dr Lalu Herman Mahaputra (kanan) saat bersama Kepala Humas RSUP NTB Solihin. (FOTO. RUL/DS). Perbesar

FOTO. dr Lalu Herman Mahaputra (kanan) saat bersama Kepala Humas RSUP NTB Solihin. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pelaksanaan ajang balap bergensi dunia, Motocross Grand Prix (MXGP) Samota di Kabupaten Sumbawa, dipastikan akan menggunakan tenaga medis dari NTB. Pasalnya, di Provinsi NTB kini sudah terdapat enam tenaga dokter yang telah mengantongi lisensi dari Federation International de Motorcyclism (FIM).

Lisensi ini menjadi syarat utama untuk bisa bertugas sebagai CMO untuk balapan-balapan nasional maupun internasional

“Insya Allah, untuk tenaga dokter dan perawat selama ajang MXGP Samota, semua medical centernya kita pasok dari tenaga lokal,” tegas Direktur RSUP NTB, dr Lalu Herman Mahaputra atau yang karib dipanggil Dokter Jack pada wartawan, Kamis (9/6).

Menurut Dokter Jack, untuk semua keperluan tim medis selama ajang MXGP, pihaknya telah membuat skenario yang sama saat perhelatan MotoGP Mandalika sebelumnya. Yakni, RS di sekitar lokasi, akan terus berkoordinasi dengan RSUP NTB sebagai pelayanan sentral utamanya.

“Karena di Sumbawa ada RS Manambai Abdul Kadir, tentu disana kita siapkan dokter yang stand by untuk terus berkoordinasi dengan RSUP NTB. Jadi enggak ada beda pola penanganan medis antara MXGP dan MotoGP,” kata dia.

Mantan Dirut RSUD Kota Mataram itu mendaku, bahwa ajang MXGP akan menjadi debut tenaga medis lokal sebagai chief medical officer (CMO). ”Saya tunjuk dr Eko sebagai CMO untuk MXGP dengan dibantu yang lainnya,” ucap Dokter Jack.

CMO merupakan penanggung jawab tertinggi untuk urusan medis. Tugasnya mengorganisasi tim medis. Memastikan seluruh alat medis dan personelnya siap. Hingga detail-detail terkecil. Sehingga ketika terjadi insiden saat balapan, penanganan bisa langsung dilakukan, tanpa adanya hambatan.

”Insya Allah kita siap mampu. Mulainya ya di MXGP ini. Dan enggak usah kita pakai dokter dari luar karena NTB sudah siap kok,” ujar Dokter Jack.

Tim medis dari NTB, terbukti mampu menangani event balap internasional. Hanya saja lanjut dia, pihaknya masih ingin lebih. Sehingga ia bersama lima dokter di RSUP NTB mengambil lisensi FIM di Finlandia beberapa waktu lalu. Sehingga untuk pelaksanaan balapan internasional di tahun-tahun berikutnya, cukup mengandalkan CMO dari dokter lokal.

Ia menegaskan, bahwa sangat penting bagi dokter di NTB untuk mendapatkan lisensi FIM. Apalagi jika melihat deretan event internasional yang digelar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dalam beberapa tahun ke depan.

”Tidak bisa sembarangan mengawal event balap internasional. Walaupun banyak RS, belum tentu bisa, apalagi kalau tidak ada lisensi,” jelas Dokter Jack.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB ini, menjelaskan, bahwa setelah mengantongi lisensi dari FIM, maka enam dokter pemegang lisensi ditarget akan bisa sebagai CMO di ajang Grand Prix. Tentu, tidak mudah menjadi CMO pada event balapan Grand Prix. Syarat paling utama harus memegang super lisensi FIM.

Super license tersebut juga tidak didapatkan dari satu atau dua kali pelatihan. Agar mendapatkan lisensi super FIM, diperlukan banyak pengalaman menjadi CMO. Bertugas di banyak event balap internasional untuk kategori di bawah Grand Prix.

Meski tidak mudah, peluang itu ada bagi tenaga dokter di NTB. Keberadaan Pertamina Mandalika International Street Circuit, menarik banyak event balapan internasional. Sehingga bisa menambah jam terbang bagi tenaga medis lokal. RUL

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harganas 2022, Wagub NTB Ingatkan Jaga Sinergitas Tangani Stunting

29 Juni 2022 - 16:08 WITA

Wagub NTB Resmikan Puskesmas Pembantu di Lombok Barat

26 Juni 2022 - 06:38 WITA

Vaksin Perdana PMK, Wagub NTB Optimis Bisa Dikendalikan

25 Juni 2022 - 18:55 WITA

Di Desa Toya, Sebanyak 1.200 Ekor Sapi Disuntik

23 Juni 2022 - 18:30 WITA

Kunci Tangani Stunting di NTB Kolaborasi dan Sinergi

10 Juni 2022 - 18:07 WITA

Ini Dia Desa Nol Stunting di Lotim NTB

10 Juni 2022 - 07:17 WITA

Trending di Kesehatan