Kantongi Hasil Audit, Polda NTB Siap Jerat Calon Tersangka Fraud Bank NTB Syariah

FOTO. Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana (tengah) saat menerima petinggi DPD Gerindra NTB terkait pelaporan dugaan penggunaan Ketua Umum Prabowo Subianto, beberapa hari lalu. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kasus pembobolan dana nasabah (fraud) di PT Bank NTB Syariah, yang dilakukan salah satu oknum pegawainya berinisial PS, bakal menemui titik terang.

Kendati ada perbedaan data audit kerugian yang diterima tim audit internal dan eksternal Bank NTB Syariah, hal tersebut tak menjadi alasan Polda NTB untuk bertindak memanggil PS.

“Kami sudah masukkan agenda untuk memanggil PS untuk dimintai keterangan. Status PS masih terlapor, dan yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi,” ujar Kasubdit II Dit Reskrimsus Polda NTB AKBP Komang Satra pada wartawan, Selasa (1/2).

Ia membenarkan telah menerima data audit kerugian dari tim audit internal dan eksternal Bank NTB Syariah yang mengalami selisih dari sisi jumlahnya.

Di mana, dari sisi tim audit internal kerugiannya sebesar Rp 12 miliar lebih. Sementara, dari tim eksternal yang berkedudukan di Jakarta, angkanya mencapai sekitar Rp 11 miliar.

“Yang jelas kedua hasil audit ini akan digunakan sebagai barang bukti, meski ada perbedaannya,” kata Komang.

Ia mengatakan pascapemanggilan terlapor pihaknya akan melakukan gelar perkara. Hal ini dilakukan dalam rangka penetapan tersangka.

“Penyidik saat ini sudah cukup untuk menjerat calon tersangka jika dari sisi alat buktinya. Pastinya, tunggu saja karena kami bekerja memiliki prosedur dan tahapan-tahapan,” jelas AKBP Komang Satra.

Sebelumnya, Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, mengatakan nominal kerugian muncul dalam hitungan satu tahun pada periode 2019-2020.

“Munculnya kerugian ini saat pejabat (terlapor) dimutasi dari jabatannya,” ujar dia di Mataram, Kamis (25/12) lalu.

Terlapor dalam kasus ini berinisial PS. Dia dilaporkan sebagai terduga yang mengakibatkan kerugian negara. Ketika itu, PS masih menjabat sebagai penyelia pelayanan nontunai.

Kerugian terungkap berdasarkan hasil audit tim independen.Dugaan penggelapannya, jelas Ekawana, berjalan layaknya ‘gali lobang, tutup lobang’. Jadi setiap ada komplain nasabah terkait nominal tabungannya, kekurangan ditutupi dengan mengambilnya dari rekening nasabah lain.

“Jadi kalau ada komplain, baru masuk. Ditutup uang dari nasabah lain, begitu cara mainnya,” kata dia.

Modus penggelapan demikian diduga terjadi sejak tahun 2012. Karena saling tutup, modus ini tidak terdeteksi Sistem Pengendali Internal (SPI).”Makanya hasil audit yang muncul ini ketika terlapor sudah pindah jabatan,” ucap Ekawana

Penyidikan kasus dugaan fraud atau money game di Bank NTB Syariah ini berawal dari adanya laporan. Dari penyidikan sementara, kerugian muncul dari dana transaksi 440 nasabah Bank NTB Syariah. Ada dugaan peran oknum orang dalam yang sengaja melakukan manipulasi transaksi ratusan rekening nasabah. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.