A place where you need to follow for what happening in world cup

Kamar Kontingen NTB di Merauke Dibobol Maling

75

FOTO. Aparat kepolisian dari Polres Merauke tengah melakukan olah TKP atas laporan kecurian kontingen NTB di Wisma Anggrek Marauke, kemarin malam. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Janji Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) melalui Ketua II Roi Letlora untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh kontingen yang hadir di PON Papua 2021,tidak sepenuhnya terpenuhi. Kamar milik anggota kontingen asal NTB di PON XX Papua, justru dibobol maling pada Rabu (13/10). Kamar tersebut ditempati anggota Kontingen NTB, Fatanah di Wisma Anggrek Marauke.

Maling masuk dengan cara merusak jendela dan mengambil HP, uang tunai, tas ransel dan dompet yang berisi segala identitas korban.

Ketua Cluster Merauke PON XX Papua, M Nur Haedin alias Edo yang dikonfirmasi wartawan dari Mataram, membenarkan hal itu. Menurut Ketua IMI Provinsi NTB itu, dirinya mendapatkan laporan tersebut dari korban. Bahkan, korban sempat melihat maling tersebut keluar.

“Pak Fatanah yang sedang tertidur, kaget melihat sosok orang keluar dari jendela dan meneriaki pencuri tersebut. Pencuri berhasil kabur dengan melompati tembok belakang,” kata Edo melalui telpon selulernya, Kamis (14/10).

Ia menyayangkan tidak adanya penjagaan di wisma hingga dini hari. Hal itu, membuat pencuri leluasa masuk dan menggasak barang para kontingen.

“Kami sayangkan dini hari tadi penjagaan PAM dari Sub PB PON tidak ada, sehingga saya menghubungi Polres Merauke dan beberapa petugas identifikasi TKP,” tegas Edo.

Ia meminta agar petugas dapat menangkap pelaku pencurian tersebut. Edo juga menyesali lemahnya sistem penjagaan di lokasi penginapan kontingen dan rombongan.

Padahal, tinggal dua hari lagi, pihaknya akan kembali ke Pulau Lombok.

“Adanya kejadian ini sangat memilukan. Padahal aman dan nyaman saja kami selama ini di Merauke. Bahkan kami gembira karena berhasil membawa pulang satu medali emas dari cabor balap motor. Tapi gara-gara insiden ini, saya selalu Ketua Cluster Merauke was was, sehingga kami berkumpul dulu di rumah Posko NTB yang kami kontrak,” jelas M Nur Haedin. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas