Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kadisos NTB Heran Kasus Kekerasan terhadap Anak Capai 380

16

Kadisos NTB H.Ahsanul Khalik ketika menerima pengurus LPA NTB

MATARAM,DS-Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik, rada heran dengan banyaknya kasus kekerasan anak di NTB. Beberapa bulan terakhir ditahun 2020 terdapat 380 kasus kekerasan anak di NTB dengan berbagai jenis.

Dari total kasus itu, sebanyak 244 kasus atau sebagian besar melibatkan anak sekolah menengah atas sederajat, hanya 33 kasus melibatkan anak putus sekolah. Dari kasus itu,  pemerkosaan dan pencabulan masih sangat tinggi. Hal yang mengherankan, terdapat juga kasus yang menimpa anak yang masih duduk di bangku TK.

“Harus diantisipasi agar kasus-kasus ini tidak terjadi,” pesan Ahsanul Halik ketika menerima pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB di ruang kerjanya, Jumat (11/9). Namun ia punya perspektif lain dari kasus yang mengemuka itu, yakni banyaknya kasus disebabkan indikasi makin terbukanya persoalan yang semula tertutup itu ke ruang publik.

Karena itu, mengemukanya semakin banyak kasus merupakan salah satu bentuk keberhasilan sehingga potensi-potensi rentan itu bisa diantisipasi kedepan lewat berbagai program.

Ahsanul mengapresiasi berbagai program yang dijalankan LPA NTB seperti Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI). Karena itu, untuk tingkat provinsi Dinas Sosial akan membantu  percepatan Pergubyang sejak tahun lalu dibahas. Ia mengemukaan apa yang menjadi tanggung jawab pihaknya akan bekerjasama dengan LPA disamping dengan LKS di NTB.

Sementara ini yang jadi sorotan pihaknya adalah LKS yang jumlahnya cukup banyak dan menerima bantuan hibah setiap tahun. LKS tersebut menampung ribuan anak-anak. Persoalannya, hasil binaan LKS sejauh ini belum nampak. Sebaliknya kasus-kasus anak cukup tinggi.

Ahsanul Khalik berharap LPA NTB bersama Dinsos bisa melakukan pembinaan terhadap LKS di NTB. “Tidak cuma menyantuni namun juga membangun pola fikir,” cetusnya. Terkait Sakti Peksos, pihaknya terbuka untuk digunakan LPA. “Polanya buatkan surat khusus bisa dipakai LPA. Untuk pengamanan kasus kita punya anggaran,” terangnya.

Ketua LPA NTB, H.Sahan SH, dalam kesempatan silaturrahim itu memaparkan proses kelembagaan LPA sejak 1998 sekaligus memaparkan berbagai program yang sedang berjalan. Ia pun memperkenalkan kepengurusan baru periode 2020-2025. ian

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.