Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kadis Kesehatan Kota Mataram Terpapar Covid Usai Divaksin

39

FOTO. dr Usman Hadi. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS –  Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr Usman Hadi yang baru disuntik vaksin sinovac pada Senin (18/1) lalu, dilaporkan terpapar Covid-19.

Padahal, Dokter Usman mendapat suntikan vaksin Covid-19 tahap pertama bagi tenaga kesehatan  di Kota Mataram yang berlangsung di Puskesmas Pejeruk.

Dokter Usmab terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (22/1) lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan kabar jika Kadis Kesehatan Kota Mataram terpapar Covid-19.

“Memang benar, Pak Kadis Kesehatan terkonfirmasi positif tiga hari yang lalu, dan sekarang beliau dirawat dan menjalani isolasi perawatan di rumah sakit provinsi bersama istri,” ujarnya, Rabu (27/1).

Menurut Nyoman, dari hasil informasi yang diperolehnya, hingga kini, kondisi kesehatan dari Dokter Usman terpantau dalam keadaan baik dan sehat wal afiat.

“Pak Dokter Usman dirawat intensif d RSUD Provinsi NTB karena memiliki riwayat penyakit jantung,” kata dia.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram itu menyatakan, jika Dokter Usman sama sekali tidak memiliki riwayat berpergian ke luar daerah.

Selain itu, ia juga tidak pernah bertemu dengan orang-orang dari luar daerah. Meski demikian, lantaran intensitas yang masuk pada jajaran gugus tugas menyebabkan yang bersangkutan kecapean.

“Dengan ritme kerja gugus tugas yang sangat padat, bisa jadi dan sangat mungkin beliau kecapekan karena aktivitas padat dan bertemu dengan banyak orang,” jelas Nyoman.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr H. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, seseorang yang sudah menerima vaksin tidak menutup kemungkinan terpapar virus Covid-19.

Hal ini disebabkan karena imunitas tubuh terhadap virus Covid-19 belum terbentuk sempurna.

“Vaksin itu butuh waktu untuk memunculkan kekebalan setelah disuntikkan. Jadi dia butuh waktu timeline sampai dia benar-benar terbentuk antibodi,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Vaksin Sinovac akan membentuk kekebalan tubuh pada hari ke-28 setelah seseorang mendapat suntikan vaksin pertama dan kedua.

Jadi ketika sudah mendapatkan suntikan vaksin, protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19 tetap harus dijalankan.

Masyarakat diminta tetap dispilin mencuci tangan, jaga jarak, memakai masker dengan baik dan benar, serta membatasi mobilisasi dan menjaga kerumunan.

“Biasanya, jika antibodi sudah terbentuk di dalam tubuh maka orang yang sudah divaksin dan terpapar virus Covid-19 akan mengalami gejala klinis lebih ringan atau tanpa gejala,” tandas Hamzi Fikri. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.