Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kadinsos NTB Minta Pemda Salurkan Stok Beras CBP ke Warga Terdampak Pandemi

22

FOTO. Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik (kiri) saat berkeliling membagikan paket sembako pada warga terdampak Covid-19 di Wilayah Kota Mataram. (rul)

MATARAM, DS- Pemprov melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB meminta semua Dinsos kabupaten dan kota di wilayah setempat secepatnya mengeluarkan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 50 ton untuk warga masyarakat terdampak PPKM di wilayahnya masing-masing.

Nantinya, beras CBP yang biasanya didistribusi dalam situasi darurat itu disalurkan pada masyarakat di luar penerima PKH dan BST.

“Untuk teknis distribusinya beras CBP itu, kami serahkan ke Pemda kabupaten/kota di NTB untuk mengatur pembagiannya. Tapi, beras itu harus dibagikan ke masyarakat di luar penerima PKH dan BST,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Sosial NTB H. Ahsanul Khalik pada wartawan, Rabu (28/7).

Menurut dia, alokasi beras CBP yang dipunyai oleh setiap kabupaten dan kota sebanyak 100 ton. Fokus yang kini harus dilakukan adalah bagaimana masyarakat terpenuhi kebutuhan dasarnya.

“Jadi, karena Pandemi masuk katagori kondisi darurat maka bantuan beras CBP itu bisa disalurkan. Sebab, kita tidak tahu sampai kapan kondisi ini akan cepat selesai,” kata Ahsanul.

Mantan Kepala BPBD Provinsi NTB itu mengatakan dari 10 kabupaten/kota di NTB, baru satu daerah yakni Kota Mataram yang telah mulai mendistribusikan beras CBP tersebut.

“Yang sudah akan mengeluarkan dan masih proses verifikasi adalah Kabupaten Lombok Timur. Kalau delapan daerah lainnya belum hingga kini. Tapi, kami menyarankan agar sebelum pengajuan beras CBP itu agar dipastikan data penerima harus benar-benar rinci dan tepat sasaran penerima agar tidak ada persoalan di kemudian hari,” jelas Ahsanul.

Sebelumnya, Pemkot Mataram telah mulai menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat yang tedampak PPKM Darurat pada Senin (19/7) lalu. Penyerahan secara simbolis akan dilaksanakan di kantor wali kota Mataram.

“Setiap kabupaten/kota punya cadangan beras pemerintah (CBP) 100 ton di Bulog yang akan disalurkan dalam situasi bencana darurat. Kami sudah ajukan ke Bulog 50 ton (untuk disalurkan). Besok (hari ini, Red) disalurkan wali kota secara simbolis,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Asnayati kepada wartawan yang dikonfirmasi terpisah.

Bantuan 50 ton beras ini akan diberikan untuk 13.882 warga yang terdampak PPKM Darurat. Di luar penerima PKH dan BST. Satu orang akan mendapatkan bantuan 400 gram per hari. “Tidak dihitung per keluarga, tetapi per orang,” jelasnya.

Bantuan yang akan diberikan dihitung selama PPKM Darurat berlangsung 12-20 Juli 2021, serta PPKM Level 4 saat ini. Hal ini agar estimasi penerima bantuan beras diperkirakan masing-masing 10 kilo gram. “Satu keluarga bisa saja lebih dari 10 kilogram tergantung jumlah anggota keluarganya,” ucapnya.

Asna mengaku sudah menanyakan pada pihak Bulog terkait kualitas berasnya. “Kualitasnya bagus (layak konsumsi),” sambungnya.

Selain bantuan beras, Asna juga mengaku warga Kota Mataram penerima bantuan PKH sudah bisa melakukan pencairan tahap ketiga. Karena PKH disalurkan per triwulan.

Jumlah penerima PKH di Kota Mataram saat ini 17.858 keluarga. Kemudian penerima BPNT mencapai 22 ribu lebih. “Tetapi penerima BPNT itu termasuk di dalamnya juga ada PKH,” paparnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.