Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kadinkes NTB Akui Stok Vaksin NTB Habis

104

FOTO. Kadikes NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri (kiri) saat mendampingi sidak Gubernur Zulkieflimansyah ke salah satu depo pengisian oksigen milik PT. Samator di Gerung, Lombok Barat. (FOTO. RUl)

MATARAM, DS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meminta tambahan vaksin Covid-19. Stok di daerah tersebut sudah habis.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri, membenarkan jika stok vaksin di wilayahnya sudah habis alias nol stok.

Menurut dia, ketiadaan stok vaksin di provinsi tersebut seiring tingginya permintaan masyarakat untuk bisa divaksinasi.

“Jadi memang antusias masyarakat untuk di vaksin ini begitu tinggi, sehingga begitu kita menerima vaksin kita langsung distribusikan ke 10 kabupaten dan kota,” kata Hamzi pada wartawan yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Jumat (22/7).

Hamzi menyebutkan, berdasarkan data per 21 Juli 2021, jumlah vaksin yang diterima NTB mencapai 839. 640 dosis dengan jumlah vaksin yang sudah digunakan mencapai 761.440 dosis. Vaksin terdiri dari dua jenis Sinovac dan Astrazeneca.

Sedangkan, lanjut dia, yang masih tersisa sebanyak 78.200 dosis dengan rincian 75.950 berada di kabupaten/kota dan masih berada di gudang 2.250 dosis.

“Kita sudah mengajukan permintaan kepada pusat melalui surat resmi untuk secepatnya bisa mengirimkan vaksin ke daerah, karena contoh begitu kita vaksin 2.000 dosis langsung habis,” jelas Hamzi.

Mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini mendaku, dari 10 kabupaten dan kota di provinsi itu, Kota Mataram menjadi prioritas vaksinasi. Hal ini sesuai dengan intruksi pusat karena masuk daerah yang menerapkan PPKM Level IV sehingga menjadi atensi pemerintah pusat.

“Kenapa Mataram karena menjadi daerah prioritas,” tegasnya.

Hamzi melanjutkan, total yang sudah divaksinasi di Kota Mataram sebanyak 136,859 jiwa untuk dosis tahap pertama atau 50 persen.

“Tinggal kita mengejar 20 persen lagi untuk percepatannya sehingga bisa diatas 70 persen,” tandas dia. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.