Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kades Sesait Minta Maaf dan Berikrar Patuhi Regulasi Pemda KLU

44

Foto : Mediasi dan permohonan maaf Kades Sesait dengan Pemkab Lombok Utara

Tanjung, DS – Demi kelangsungan pemerintahan desa terkait kisruh yang terjadi, Kepala Desa Sesait Susianto, M.Pd bertemu dengan unsur Pemda yang diwakili Asisten Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda KLU Kawit Sasmita, SH, Inspektur Inspektorat H. Zulfadli, SE dan Kadis DP2KB Pemdes Drs. H Kholidi, MM.

Acara yang berlangsung di Ruangan Pejabat Sekda KLU, Kamis (10/9), sebagai tindak lanjut surat permohonan dari lawyer Kades Sesait, Dalam kaitan ini, Pemda memediasi dan mendengarkan langsung testimoni, permintaan maaf Kades Sesait Susianto, M.Pd serta lawyernya menyusul sanksi yang diberikan kepadanya tiga bulan silam.

Kadis DP2KB Pemdes KLU Drs. H Kholidi, MM, mengapresiasi penanganan kasus Desa Sesait, berujung pada kelegaan bersama. “Kondisi ini segera dipulihkan, Sanksi berkategori sedang berupa pencopotan sementara yang dialaminy akan ditinjau kembali dengan memulihkan yang bersangkutan kembali sebagai kepala desa,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, semenjak terjadinya kisruh, Pemerintah Desa Sesait “lumpuh”. Ditambah lagi dengan adanya agenda pemekaran desa yang cukup menyita perhatian publik.

” Oleh karenanya, segera kami tindaklanjuti dengan mengeluarkan surat keputusan untuk memproses surat keputusan bupati tentang pengukuhan kembali saudara Susianto sebagai kepala Desa Sesait,” katanya.

Sementara itu, Susianto yang didampingi dua lawyernya Muchtar Moh. Saleh, SH dan Hijrat Priyatno, SH. MH.dalam kesempatan tersebut mengatakan berturut-turut mencabut Surat Keputusan Kepala Desa Sesait  nomor 141/15/Pem-DS/IV/2020 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Kaur Tata Usaha dan Keuangan, SK nomor 141/16/Pemb-Des/IV/2020 tentang Pemberhentian Kasi Pemerintahan dan Kasi Kesejahteraan, serta SK nomor 141/17/Pem.Des/IV/2020. tentang Pemberhentian Sekretaris Desa Sesait.

Dalam pernyataan tertulisnya, tertanggal 6 Agustus 2020 silam, dirinya selaku Kepala Desa Sesait menyadari kekeliruan dalam menafsirkan ketentuan pemerintahan terhadap regulasi hukum yang berlaku di Kabupaten Lombok Utara. Kades Sesait tersebut, menyampaikan pula tidak akan mengulangi kembali kekeliruannya. Selain itu, Susianto berikrar tunduk dan patuh pada peraturan hukum yang berlaku dan mendukung segala program-program daerah demi kemajuan Kabupaten Lombok Utara.

“Tujuan kami ke sini (Pemda), ingin menyampaikan isi hati yang paling dalam tentang kekeliruan dalam menafsirkan undang-undang tersebut, intinya kami ingin menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Lombok Utara dan rekan-rekan di sini, sehingga selama ini KLU menjadi kisruh karena suasana di Sesait,” imbuhnya.

Susianto menambahkan bahwa permohonan tersebut ingin disampaikannya sejak lama, namun mengingat tidak dapat dilakukan secara pribadi, baru saat ini dapat dilakukan melalui bantuan para lawyer.

“Sudah saya menyampaikan secara tertulis formalnya, itulah isi hati saya, intisarinya saya memohon maaf, dan saya merasakan dampak yang meresahkan diri dan keluarga selama ini. Melalui pernyataan tertulis pula sudah saya lakukan terkait menyadari kekeliruan saya dalam menafsirkan undang undang, ternyata saya misinterpretasi menafsirkan makna undang undang atau wewenang peraturan,” tukasnya.

Adapun salah satu lawyernya Muchtar Moh. Saleh SH menyampaikan terima kasih Pemda KLU khususnya kepada Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH atas diresponsnya tindak lanjut terhadap permohonan maaf serta keinginan dari Kades Sesait untuk mematuhi peraturan regulasi dan mendukung program pemerintah daerah, sesuai dengan surat yang disampaikan kepada bupati. (wld)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.