Berbagi Berita Merangkai Cerita

Kader Muda Suarakan Prof Masnun Layak Pimpin NU NTB

0 30

MATARAM, DS– Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram bidang Hukum Perdata Islam, Prof Masnun Tahir, dinilai merupakan sosok yang tepat untuk menahkodai ormas Nahdatul Ulama (NU) di NTB lima tahun kedepan.

Dukungan untuk Masnun untuk menjadi Ketua Pengurus Wilayah (PW) NU NTB disuarakan para kader muda ormas islam terbesar di Indonesia tersebut menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-13 NTB yang akan dilaksankan pada 19 Januari 2019 di Loteng itu.

“Bagi kami, figur Prof Masnun merupakan perpaduan pemimpin yang dicari NU saat ini, karena beliau mewakili ulama, akademisi juga merupakan simbol perekat kalangan muda NU,” ujar Ketua Lembaga Perekonomian NU NTB, Sueb Qury menjawab wartawan, Kamis (17/1).

Mantan Ketua GP Anshor itu mengakui tugas Ketua Tanfidiyah alias Ketua PWNU dinilai sangat berat lantaran roda organisasi NU NTB masih kebanyakan terpusat di Pulau Lombok. Sementara, penguatan organisasi NU di Pulau Sumbawa belum dapat berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, Sueb berharap kepengurusan NU kedepan tidak lagi mengakomodir kolompok tertentu. Namun, bagaimana kepengurusan NTB dapat mengakomodir semua kelompok yang mau mengabdikan dirinya di lembaga NU.

“Sejauh ini, kaderisasi NU belum berjalan maksimal. Termasuk, penguatan organisasi ditingkat cabang, utamanya di Pulau Sumbawa belum terlihat. Jadi, kita berharap jika Prof Masnun terpilih, agar pemilihan Sekretaris NU perlu mempertimbangkan aspek usia dan perlu adanya orang baru, sehingga kaderisasi dan penguatan NU di NTB dapat berjalan dengan baik,” tandas Sueb Qury.

 

Harus Kritis

Terpisah, Direktur kajian sosial-politik NTB, M-16 meminta agar kepemimpinan NU NTB yang baru pascapelaksanaan Konferwil, perlu bersikap kritis terhadap kekuasaan. Hal ini, penting agar proses pembangunan di NTB berjalan dengan baik.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto mengaku, NU sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam mengartikulasikan aspirasi kaum Nahdliyyin maupun warga masyarakat pada umumnya secara terbuka dan demokratis.

Selain itu, NU NTB, dapat menjadi kekuatan penyeimbang dalam melakukan advokasi terhadap dampak kebijakan yang kurang berpihak kepada kepentingan publik.

“Siapapun nanti yang terpilih dalam KonferWil PW NU NTB ke 13 di Bagu harus memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat dalam membesarkan organisasi NU di NTB, termasuk berani melakukan kritik dan oto kritik terhadap pemerintahan di NTB,” ujar Bambang dalam siaran tertulisnya yang diterima wartawan, kemarin.

Ia mengaku, corak dan karakter gerakan NU di NTB akan terlihat pasca konferwil itu selesai. Bambang berharap kiprah NU sebagai organisasi keummatan yang tetap independen (non partisan) agar tetap dipertahankan oleh pengurus yang terpilih. Sebab, dari pantauannya, kiprah dan keberadaan NU di NTB selama ini telah mampu menjadi pengayom dan perekat bagi semua golongan masyarakat lewat aksi sosial kemanusiaan yang telah dilakukan selama ini.

“Aksi Charity kemanusiaan yang kerap dilakukan oleh NU NTB, hendaknya diimbangi pula dengan aksi advokasi dan pendampingan terhadap warga korban pembangunan,” kata Bambang. RUL.

Leave A Reply