Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Kader Kecewa Segel Kantor Golkar Sumbawa

68

MATARAM, DS – Para kader Golkar di Kabupaten Sumbawa menyegel kantor partainya, Senin (27/7). Penyegelan yang dilakukan puluhan pengurus kecamatan (PK) dipicu ketidakpuasan kader atas kinerja Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Sumbawa.

Para pengunjuk rasa sebelum datang ke kantor DPD Partai Golkar sempat  melakukan longmarch sepanjang jalan di Kota Sumbawa. 

Koordinator aksi, M Taufik mengaku kesal atas kinerja dari Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Sumbawa. Sebab, semenjak dipimpin oleh ketua yang menjabat saat ini, Partai Golkar semakin terpuruk. Salah satu indikantornya terkait perolehan kursi di DPRD Sumbawa yang semakin lama semakin berkurang.

“Selain itu, ada banyak hal yang diduga menyimpang terjadi. Seperti dana parpol diduga tidak pernah disalurkan kepada yang berhak. Tidak ada pertanggungjawaban atas penggunaan dana itu,” ujar Taufilk saat dihubungi melalui telpon selulernya.

Taufik mendesak agar Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Sumbawa untuk turun dari jabatannya. Karena dianggap tidak berhasil memimpin partai. “Selama kepemimpinan Nurdin Marjuni, Golkar semakin terpuruk,” kata Ketua PK Golkar Kecamatam Sumbawa ini.

Menurutnya, konsolidasi partai pada kepengurusan kali ini sama sekali tidak berjalan. Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Sumbawa tidak pernah sekalipun mengunjungi dan melakukan pendidikan politik di masing-masing pengurus kecamatan.

“Tidak ada koordinasi dengan pengurus harian dalam mengambil sebuah keputusan penting organisasi, dan cenderung arogan. Tidak adanya transparansi dalam mengelola keuangan partai, bahkan cenderung manipulatif,” jelasnya. 

Langkah Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar setempat yang bermanuver dengan memberikan dukungan ganda kepada masing-masing calon ketua DPD I Golkar NTB pada ajang Musda kali ini, sangat disayangkan. 

Apalagi, kata Taufik, di media sosial (Medsos) sudah banyak beredar postingan jika keduanya telah menerima imbalan berupa materi dari para kandidat Ketua DPD I Golkar NTB. Parahnya, lanjut dia, pengurus teras partai juga menghadiri deklarasi salah satu bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang diusung oleh partai lain. Padahal, SK dari DPP Golkar terhadap dukungan calon bupati dan wakil bupati belum turun hingga kini.

“Kami minta keduanya turun dari jabatannya. Ingat karena perbuatan mereka, Golkar di Sumbawa semakin terpuruk hingga kini,” tandas Taufik. 

Menjawab tuntutan pengunjuk rasa,  Ketua AMPG Golkar Sumbawa, L. Syahruddin mengatakan, sebenarnya yang berwenang menemui massa adalah Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Sumbawa.

Namun, keduanya masih berada di luar daerah. Dia mengharapkan agar massa jangan bertindak anarkis. Jika memang para kader merasa menderita seperti itu, dia selaku Ketua AMPG Golkar Sumbawa, sangat mendukung aksi tersebut. “Asal massa tidak bertindak anarkis,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan, pengurus DPD II Golkar Sumbawa lainnya, Abdul Naim. Ia mengatakan telah memperoleh mandat oleh Ketua DPD II Golkar setempat untuk melanjutkan aspirasi kader Golkar ke pengurus DPD I Golkar NTB.

“Jika Ketua DPD II Golkar Sumbawa yang saat ini menjabat ingin diberhentikan, diharapkan para kader bersurat dan disampaikan kepada Golkar. Sebab, ada mekanisme jika kader ingin melakukan pergantian. Sesuai dengan AD/ART Golkar. Sebab, yang bisa mengambil sikap adalah pengurus yang setingkat lebih tinggi,”jelas Abdul Naim.

“Saya siap untuk menerima surat yang berisikan aspirasi para kader tersebut,” sambungnya. 

Massa kemudian menyerahkan surat tuntutan mereka kepada Naim.

Namun, massa tetap bersikeras ingin bertemu dengan Ketua dan Sekretaris DPD II Golkar Sumbawa. Lantaran, tidak ditemui, massa akhirnya  menyegel kantor tersebut. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.