Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jokowi Kirim 17 Truk Paket Bantuan untuk Korban Banjir Bima

130

FOTO. Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menerima bantuan dari Presiden Joko Widodo untuk diserahkan pada korban banjir bandang di kabupaten Bima. //Insert. Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Ibrahim Kurniawan didampingi Kadis Kominfotik NTB GP Ariyadi saat memberikan keterangan pers. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Presiden Joko Widodo mengirimkan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Bima.

Bantuan sembako diserahkan oleh tim dari Sekretariat Presiden secara simbolis kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kamis (8/4) malam.

Sebanyak 13.000 paket sembako bantuan Presiden untuk korban banjir bandang itu diangkut dengan 17 truk. Direncanakan, distribusinya dilakukan dengan dua kloter pengiriman.

“Untuk pengiriman tahap pertama yang dikirimkan tadi malam, informasi dari kawan-kawan sudah diterima di Posko bantuan banjir bandang di kantor Bupati Bima, hari ini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Zainal Abidin, melalui Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Ibrahim Kurniawan saat memberikan keterangan pada wartawan di Sekber IJTI-FWP, Jumat (9/4).

Ia mengatakan, pengiriman bantuan sembako dari Presiden Joko Widodo ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Bima dikawal langsung oleh tim keamanan dari aparat TNI, yakni Danrem 162 Wirabhakti melalui Danpomnya.

Hal ini dimaksudkan agar bantuan itu terhindar dari kemacetan dan keamanan selama pengirimannya. “Sengaja pengawalannya diperketat. Ini agar bantuan pak Presiden itu bisa sampai hingga lokasi pengungsi,” kata Ibrahim.

Terkait isi bantuan dari Presiden sejumlah 13.000 paket sembako pada korban banjir bandang di Bima itu. Di antaranya, berisi minyak goreng, beras, biskuit dan teh.

“Bantuan paket sembako ini sepenuhnya untuk menunjang para pengungsi,” ucap Ibrahim.

Menurut dia, hingga Jumat (9/4) pukul 12.00 WITA, situasi di wilayah Kabupaten Bima pascabanjir bandang mulai terpantau kondusif. Bahkan, Bupati Bima Indah Damayanti Putri telah menggerakkan jajaran ASN lingkup Pemkab Bima bersama TNI/Polri untuk mulai bergotong royong membersihkan sisa kotoran lumpur dan jerami akibat banjir bandang yang menutupi areal pemukiman dan fasilitas umum di berbagai wilayah di wilayahnya.

“Memang air sempat naik di Madapangga tapi enggak seberapa. Intinya, situasi Bima secara umum mulai kondusif. Dan tadi pagi hingga siang, semua jajaran ASN dan TNI/Polri bersama-sama bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan jerami itu,” jelas Ibrahim.

Menyinggung soal dapur umum. Ia menyebutkan, sejumlah pihak mulai kalangan BUMN, Dinas Sosial hingga TNI sudah mendirikan dapur umum tersebut sehari setelah insiden banjir bandang yang melanda wilayah setempat .

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Gede Putu Aryadi mengatakan, Gubernur Zulkieflimansyah telah menginstruksikan BPBD provinsi setempat , sejak bencana banjir bandang yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Bima untuk turun melakukan koordinasi lintas sektor dan membentuk Tim Komando Tanggap Darurat.

Selain itu, status tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Bima ditetapkan selama sebulan, mulai 2 April – 1 Mei 2021 berdasarkan SK No.131 Tahun 2021.

“Instruksi pak Gubernur sudah juga ditindak lanjuti BPBD Provinsi NTB dengan telah melakukan koordinasi lintas sektor dan membentuk tim komando tanggap darurat. Kemudian, bersama stakeholders terkait melakukan evakuasi dan penyelamatan korban serta melakukan kaji cepat,” jelas Gede.

Data BPBD Provinsi NTB per Jumat (9/4) pukul 12.00 WITA menyebutkan, jumlah Kepala Keluarga terdampak banjir bandang di delapan kecamatan Kabupaten Bima mencapai 10.185 KK, meninggal dua orang. Sedangkan, jumlah jiwa terdampak sebanyak 29.182 jiwa yang tersebar di 47 desa di Kabupaten Bima.

Selain itu, kerusakan yang terjadi akibat banjir bandang di wilayah setempat. Yakni, sebanyak 49 unit fasilitas pendidikan, 29 unit fasilitas kesehatan, 25 unit fasilitas peribadatan, 29 unit fasilitas umum lainnya dan 13 unit fasilitas kebinamargaan.

“Untuk lahan pertanian yang rusak adalah sekitar 350 hektar. Sementara, lahan tambak seluas 1.158 hektar, 46 unit jaringan irigasi dan 9.563 unit jaringan air bersih. Serta, sebanyak 8.240 ekor hewan ternak,” ungkap Ibrahim merincikan.

Sementara, total kerusakan rumah terdata berjumlah 5.333 unit. Rinciannya, rumah warga rusak berat berjumlah 380 unit rusak berat, sebanyak 2.176 unit rusak sedang dan sekitar 2.777 unit rusak ringan.

“Kami tak lupa terus mengimbau warga masyarakat NTB, khususnya di wilayah Kabupaten Bima tetap mengantisipasi efek dari siklon Seroja. Ini karena, efek ekornya saja sudah sedemikian, apalagi jika benar-benar itu utuh. Jadi kewaspadaan dan warning terus kita imbau pada warga NTB,” tandas Ibrahim Kurniawan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.