Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 23 Okt 2019 12:17 WITA ·

Johan : Anggaran Pertanian Belum Jawab Kebutuhan Petani


					Johan Rosihan Perbesar

Johan Rosihan

MATARAM, DS – Anggota DPR RI dapil NTB, H. Johan Rosihan, ST, mengkritisi Pemerintah terkait dengan rendahnya alokasi anggaran untuk sektor pertanian. Kata dia, dari telaahannya pada beberapa dokumen laporan pemerintah dan membandingkan kenyataan di lapangan, alokasi anggaran pertanian terjadi penurunan dari tahun ke tahun.

Anggota Komisi IV asal PKS ini mencontohkan tahun 2015, alokasi anggaran untuk Kementerian Pertanian sebesar Rp 28,679 triliun pada tahun 2016 turun menjadi Rp 27,630 triliun

Penurunan ini terus berlangsung hingga pada tahun 2019 sampai pada angka Rp 21,1 triliun. Rendahnya alokasi anggaran pertanian ini tentu berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian yang juga menyebabkan rendahnya kemampuan daya beli petani (Nilai Tukar Petani). Di sisi lain, tambahnya, inflasi di Indonesia terbesar disumbang dari sektor pertanian, khususnya pangan.

“Pemerintah perlu berupaya dengan keras, agar memperbaiki sektor pertanian ini. Kehidupan petani akan semakin sulit bila pemerintah tidak segera turun tangan. Bila terus dibiarkan, akan menjadi sebab meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia,” ujar Johan menjawab wartawan, Selasa (22/10).

Berdasarkan dokumen BPS (September 2018), jumlah penduduk miskin kian bertambah terutama di pedesaan sebesar 13,10% sedangkan di perkotaan sebesar 6,89%. Dari tahun-ke tahun, angka kemiskinan stagnan tidak beranjak turun. Hal ini tidak dapat dibiarkan terus berkelanjutan karena kemiskinan tidak untuk diwariskan.

“Sebagai legilastor PKS, saya mendorong pemerintah agar selalu meningkatkan dan memrioritaskan anggaran pertanian yang berorientasi untuk kesejahteraan petani. Peningkatan kesejahteraan ini dilakukan dengan cara meningkatkan skala ekonomi petani, angka produksi dan produktivitas pertanian. Dengan modernisasi mekanisasi pertanian yang tepat guna, semoga produk pertanian kita mampu meningkatkan daya saing berhadapan dengan produk-produk negara lain yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tandas Johan Rosihan. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi