Berbagi Berita Merangkai Cerita

JK Minta Ketua Demokrat Tak Alergi Kritik

3.343

FOTO. Junaidi Kasum saat bersama Ketua Umum DPP Demokrat

MATARAM, DS – Perseteruan antara Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahally Fikri dengan Ketua Bidang Perhubungan dan Informatika DPD Demokrat NTB, Junaidi Kasum masih berlanjut.

Junaidi Kasum Selasa (2/2) kembali mengeluarkan pernyataan politiknya untuk menanggapi pernyataan Mahally sebelumnya yang mempertanyakan kontribusi dia di partai Demokrat.

“Pada pemilu 2004 dimana beliau, di Pemilu 2009 saya pertanyakan lagi dimana beliau. Sementara sejak partai ini didirikan saya sudah ada di Demokrat. Kalau dia masuk Demokrat baru setelah itu TGB masuk, selanjutnya baru beliau hari ini ketuanya, berarti dia generasi ke 4,” tegas Junaidi Kasum kepada wartawan, Selasa (2/2).

Junaidi Kasum mengaku merasa kurang nyaman dengan pernyataan Mahally yang dinilainya terlalu personal mempertanyakan kontribusi dia kepada partai Demokrat. Menurutnya, itu suatu kekeliruan besar dan makin menunjukkan bahwa Mahally tidak mengetahui bagaimana perjuangan pada masa awal-awal partai Demokrat di NTB.

“Kalau dia bertanya siapa JK (Junaidi Kasum) dari mana JK, itu kekeliruan. Kemudian apa kontribusi JK, kalau mau tahu tanya pak Lalu Abdul Khalik Iskandar (Mantan Ketua DPD Demokrat NTB) bagaimana kontribusi saya kepada partai. Kontribusi kepartai itu bisa dengan pikiran dan tenaga, tidak harus dengan kita setor duit. Sehingga sangat keliru pernyataan Mahally tersebut,” ucapnya.

Junaidi lantas mengingatkan Mahally supaya tidak anti kritik, lebih-lebih jika kritik tersebut bersifat konstruktif dari kader untuk kepentingan partai. Sehingga dia tidak perlu memberikan pernyataan yang berlebihan mengarah kepada personal untuk menanggapi kritik dan masukan dari kader.

“Sebagai Ketua Partai jangan buat pernyataan menuju personal, kalau kelembagaan ya sah-sah saja. Saya sebagai kader dan pengurus punya hak mengoreksi dan saya sudah lapor ke DPP. Sehingga kita harapkan beliau harus dewasa menyikapi perbedaan pendapat yang ada di internal partai, harus bisa menerima masukan dan kritikan,” katanya.

Lanjut diungkapkan Junaidi Kasum, terkait kritikannya atas hasil partai Demokrat di Pilkada serentak 2020 tujuh daerah Kabupaten/Kota di NTB dimana cukup banyak menelan kekalahan telak. Menurutnya hal itu harus diakui oleh Mahally, untuk jadi bahan evaluasi partai.

“Kemudian soal prestasi partai di Pilkada dan Pemilu masih saja tidak diakui. Apakah ini bukan fakta ? Kita semua sudah tahu partai kita terpuruk, makanya saya tidak takut dan ragu kalau itu benar saya katakan benar. Saya berikan masukan kalau itu untuk kepentingan partai, saya tidak akan biarkan partai ini makin terpuruk,” tegasnya.

Begitu juga soal kritikannya terhadap wacana interplasi yang dilakukan oleh Fraksi Demokrat di DPRD NTB. Namun dia bersyukur jika Fraksi Demokrat belakangan menarik diri untuk melakukan interplasi kepada Gubernur NTB.

“Kalau pernyataan saya dianggap tendensius dan prematur, justru itu saya harus segera mengambil sikap sebelum muncul persoalan. Jangan sampai ada penumpang gelap dari isu interplasi ini. Tapi lalau sekarang sudah menarik diri dari interplasi, saya mengatakan memang Demokrat harus kembali ke hitohnya sebagai partai pengusung dan pengawal Zul-Rohmi. Jadi mari kita sama-sama memperkuat Demokrat,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPD partai Demokrat NTB, TGH. Mahally Fikri memepertanyakan kapasitas Junaidi Kasum dalam mengkritik kepengurusannya.  “Siapa dia ? Jadi apa dia di Demokrat ? Selama ini kemana dia dan apa konteribusinya kepada partai Demokrat ?” Kata Mahally.

Mahally kemudian mempertanyakan dasar Junaidi Kasum untuk memberikan penilaian terhadap kinerja dirinya selama memimpin Demokrat. Mahally menyebutkan, pernyataan Junaidi tersebut sangat ngawur dan tak mendasar.

“Dari segi aturan atau apupun namanya, apa haknya menilai. Yang berhak menilai sukses atau gagalnya DPD itu adalah DPP dan DPC. Kalau dari sisi moral ya Masyarakat. Maka tanyakan kepada DPC-DPC dan DPP apa DPD Demokrat NTB gagal atau tidak dan dalam hal apa karena mereka yang faham dan mengerti perkembangan perjuangan politik Demokrat,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.