Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jenazah Bupati Sumbawa Tiba di Bandara Lombok, Isak Tangis Mengharu Biru

1.757

//FOTO. Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi bersama Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi didampingi para kader PDIP NTB saat mendoakan almarhum HM. Husni Djibril di Bandara Internasional Lombok.

MATARAM, DS – Isak tangis keluarga dan kerabat menyambut kedatangan jenazah almarhum Bupati Kabupaten Sumbawa, periode 2016-2021, HM. Husni Jibril di Bandara Internasional Lombok (BIL), Kamis (11/3) sekitar, pukul 09.00 WITA.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Khususnya, para kader PDI Perjuangan NTB yang sejak pagi sekitar pukul 07.00 WITA telah berkumpul di bandara tersebut mendampingi keluarga.

Politisi senior PDI Perjuangan NTB dilaporkan meninggal saat berada di Bandara Soekarno Hatta dengan kondisi sakit saat mau pulang ke Lombok pada Rabu siang (10/3).

Jenazah diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 434 pada pukul 06.00 WIB dari Jakarta. Direncanakan, jenazah Husni akan dimakamkan di pemakaman umum Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa.

“Tadi, sekitar pukul 09.30 WITA, jenazah Pak Husni dijemput dengan kargo menggunakan ambulance RSUD Sumbawa untuk selanjutnya dibawa ke Sumbawa untuk dimakamkan ke pemakaman umum Utan,” kata salah seorang anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Mataram Gede Wiska pada wartawan di BIL.

Ia bersama para kader PDI Perjuangan di Kota Mataram dan wilayah lainnya di NTB senagaja datang ke BIL, lantaran ingin mendoakan sekaligus memberikan penghormatan pada almarhum mantan Bupati Sumbawa itu.

“Bagi kami, pak Husni itu adalah orang tua bersama Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat yang merupakan mentor kami dalam berpartai selama ini. Wajib kami selaku kader tanpa diperintah pun akan datang dan mendoakan beliau,” ujar Wiska.

Sementara itu,bKabag Humas Sekertariat Daerah Pemkab Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah dalam keterangan tertulisnya mengatakan, bahwa Husni Jibril saat meninggal di Bandara Soekarno Hatta ditemani istri dan anak sulungnya, serta satu orang dokter keluarga.

“Saat meninggal beliau sedang menunggu pesawat pulang ke Lombok, dan jenazah langsung diurus oleh tim pos pelayanan teknis kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta,” kata Arif.

Arif menambahkan, bahwa Husni Jibril sudah lama sakit dan melakukan pengobatan luar daerah dengan penyakit komplikasi yang dideritanya.

Politisi PDIP kelahiran 6 Mei 1955 ini sudah malang melintang di dunia politik sejak muda. Bahkan, almarhum Husni Jibril pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dan DPRD Provinsi NTB. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.