Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jembatan Tampes KLU Sudah Bisa Dilewati

0 17

MATARAM, DS – Kementerian PUPR melalui Balai Besar Jalan membangun jembatan darurat sebagai pengganti jembatan yang ambruk akibat hujan lebat yang mengguyur KLU yang memicu ruas Jalan Raya Nasional Pemenang-Bayan terputus pada Rabu (1/1) hingga Kamis (2/1).

Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, pengerjaan jembatan yang rusak akibat luapan Sungai Tampes di Desa Selengen, Kecamatan Kayangan KLU sudah bisa dilintasi setelah dikebut perbaikannya sekitar dua hari sejak Kamis (2/1) hingga Jumat (3/1).

“Alhamdulillah, mulai sore ini sekitar pukul 17.00 Wita, jembatan menghubungkan ruas Jalan Raya Nasional Pemenang dan Bayan yang terputus sudah bisa dilalui. Tapi terbatas untuk kendaraan roda dua saja,” ujar Ahsanul menjawab wartawan melalu pesan tertulisnya, Jumat (3/1) petang kemarin.

Ia mengaku, meski jembatan darurat sudah bisa dilewati namun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sedangkan, kendaraan roda empat bermuatan, seperti truk pengangkut barang belum diperkenankan melewati akses jembatan tersebut.

“Kami sudah imbau agar kendaraan roda empat tidak lewat melintasi jembatan sementara itu. Memang jembatan sudah bisa dilalui tapi terbatas sifatnya,” kata Ahsanul.

Diketahui, hujan lebat di hari pertama tahun baru 2020 telah mengakibatkan banjir bandang menyapu Dusun Selengan Kecamatan Kayangan, KLU, sehingga menyebabkan jembatan penghubung pada jalan lintas provinsi Kecamatan Kayangan menuju Kecamatan Bayan rusak parah dan terputus. Meski demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian putusnya jembatan tersebut.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita tersebut, menyebabkan lalulintas antara Kayangan dan Bayan menjadi lumpuh total. Untuk sementara jalur dialihkan menggunakan jalan alternatif melalui Dusun Selengan ke Dusun Lekok Beru Kecamatan Kayangan. Hanya saja kondisi jalanan agak sempit, sehingga warga dan masyarakat yang melintasi jalur alternatif tersebut dihimbau agar berhati-hati.

Terkait akses untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternative. Di antaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km. Namun masyarakat diminta waspada dikarenakan kondisi jalan sangat mengkhawatirkan, kecil dan terjal, sehingga jika tidak hati-hati, dapat membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa mengambil alternative kedua. Yakni melalui Tempos sejauh 30 km.

“Tapi cukup jauh berputar dan kondisi jalan juga kurang memadai,” katanya.

Sebelumnya, pihak TNI melalui Dandim KLU telah berkoordinasi dengan Bupati Lombok Utara dan pihak pihak terkait untuk mengatasi putusnya jembatan. RUL.

Leave A Reply