Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 3 Feb 2022 17:52 WITA ·

Jelang Tes Pra-musim MotoGP, RSUP NTB Matangkan Skenario Travel Bubble


					Jelang Tes Pra-musim MotoGP, RSUP NTB Matangkan Skenario Travel Bubble Perbesar

FOTO. dr H Lalu Herman Mahaputra. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Sistem karantina travel bubble sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus penularan Covid-19 terus dimatangkan Pemprov NTB.

Hal ini dilakukan saat menyambut para penonton, pembalap dan krew saat pelaksanaan tes pramusim MotoGP yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 Februari 2022 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Direktur Utama (Dirut) RSUP, dr H Lalu Herman Mahaputra, membenarkan hal itu. Menurut dia, tim karantina travel bubble beranggotakan sekitar 300 orang, dan 40 orang diantaranya merupakan perwakilan tim dari pemerintah pusat, sisanya dari daerah.

“Untuk penanganan karantina tim pramusim MotoGP akan menggunakan 25 hotel dan setiap hotel sudah ada anggota tim travel bubble,” kata Dokter Jack–panggilan akrab Dirut RSUD Provinsi NTB itu pada wartawan, Kamis (3/2).

Mantan Dirut RSUD Kota Mataram itu mendaku, khusus para pebalap dan krew. Nantinya, akan dikelompokkan dalam satu zona.

“Jadi, yang sudah masuk tidak boleh keluar sebelum ada hasil PCR negatif,” ucap Dokter Jack.

Jack memaparkan, sistem karantina travel bubble akan menangani pembalap dan “crew” begitu sampai di Bandara Internasional Lombok, tim swab sudah siaga di 25 hotel.

“Begitu sampai hotel, mereka akan langsung tes usap PCR dilakukan oleh tim yang sudah siaga di 25 hotel yang akan kita siapkan. Untuk tes PCR kita punya 10 kekuatan dan hasilnya maksimal 24 jam,” ungkapnya.

Sebelum hasil tes PCR keluar, para tamu tidak boleh keluar dari hotel, mereka bisa boleh keluar setelah hasil tes swab PCR dinyatakan negatif.

“Sedangkan, tamu yang dinyatakan positif Covid-19 akan kita tangani sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Dokter Jack.

Terkait jumlah pembalap dan “crew” saat tes pramusim MotoGP. Ia menambahkan, angkanya diprediksi mencapai sekitar 900 orang dan sekitar 350 orang marshal.

“Karenanya sistem karantina travel bubble kita perkuat untuk mengurangi potensi penyebaran sekaligus antisipasi lonjakan kasus Covid-19 gelombang tiga,” jelas Dokter Jack.

Ia menuturkan, sistem karantina travel bubble juga akan diterapkan saat MotoGP yang dijadwalkan 20 Maret 2022 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Loteng.

“Hanya saja, jumlah personel rim dan pusat karantina akan ditambah sesuai dengan jumlah pembalap serta crew-nya,” tandas Dokter Jack. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PKK Punya Peran Besar Cegah Narkoba

19 Mei 2022 - 07:03 WITA

Wagub NTB Semangati Anak-anak untuk Vaksinasi

19 Mei 2022 - 06:58 WITA

Ratusan Ternak di Loteng dan Lotim Positif PMK, DPRD NTB Minta Pemprov Turun Tangan Bantu Lakukan Vaksinasi Ternak

18 Mei 2022 - 17:45 WITA

Kepala Bernanah Terus-Menerus, Bocah 5 Tahun Digelontor Bantuan

17 Mei 2022 - 06:59 WITA

Mudik Lebaran Idul Fitri, RSUD Provinsi NTB Siap Beri Pelayanan 24 Jam

4 Mei 2022 - 18:04 WITA

Jadikan Mata Telinga Gubernur, “NTB Care” Gulirkan Bantuan Kursi Roda untuk Said

26 April 2022 - 22:18 WITA

Trending di Kesehatan