Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Pasar Tradisional Mataram dan Lobar Merangsak Naik

FOTO. Aktivitas jual beli di pasar Kebon Roek yang terpantau harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan, merangkak naik. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Jelang bulan Ramadhan 2022 harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar) mulai naik. Contohnya di Pasar ACC, Kebon Robek di Kota Mataram dan Pasar Gunungsari di Lobar.

Kenaikan terjadi pada bawang merah, bawang putih dan telur. Berdasarkan pantauan di Pasar Kebon Roek dan Gunungsari, kenaikan beberapa harga bahan pokok sudah terjadi sejak bulan lalu.

“Udah lama harga naik. Hampir dua bulan lalu harga udah mulai naik semua naik, jelang Ramadhan harga sembako pasti naik nggak bakal turun,” kata Mustariyah, pedagang sembako saat berbincang dengan wartawan, Kamis (31/3).

Menurutnya kenaikan juga terjadi pada kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir, kecap dan terigu.

“Semua barang naik kopi, gula, minyak sayur, terigu, kecap. Hampir naik 30 persen dari harga normal, kebutuhan bumbu dapur naik semua,” ucap Riyah –panggilan akrab ibu dua anak itu.

Cabai rawit merah naik menjadi Rp 50 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 35 ribu. Bawang Putih naik Rp 40 Ribu dari Rp 32. telur ayam juga ikut mengalami kenaikan harga sebelumnya Rp18 per kilo sekarang menjadi Rp 24 ribu.

Sementara itu, untuk ikan asin, bawang merah dan beras tidak mengalami kenaikan. Beras tidak mengalami kenaikan karena dibarengi dengan musim panen.

“Tomat turun jadi Rp6 ribu sebelumnya Rp14 Ribu per kilogram, bawang merah sekarang masih Rp 32 ribu per kilo. Untuk ikan asin Rp 30 ribu per kilogram,” kata Wati, pedagang lainnya.

Menurut pedagang kenaikan dan penurunan harga tidak bisa diprediksi saat menjelang bulan suci. Kenaikan dan penurunan harga bervariatif saat menjelang Ramadhan dan idul fitri.

“Seminggu mau bulan puasa harga naik, setelah puasa seminggu turun. Nah, mau lebaran naik lagi,” ujar Wati, pedagang di Pasar Gunungsari.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan meskipun beberapa komoditi di pasaran mengalami kenaikan namun kenaikannya tidak begitu signifikan.

“Tahun lalu cabe menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram sekarang berada di kisaran harga Rp 55 ribu per kilogram,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Cuaca menjadi faktor dari kenaikan harga komoditi seperti cabe dan bawang merah.

Selain itu ketersediaan pasokan di Kota Mataram juga menjadi faktor terjadinya inflasi. RUL

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.