Menu

Mode Gelap

Politik · 21 Mei 2022 16:59 WITA ·

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan


					FOTO. Bambang Mei Finarwanto. (FOTO. RUL/DS) Perbesar

FOTO. Bambang Mei Finarwanto. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, menilai kemesraan politik antara tiga parpol di NTB, yakni Partai Gerindra, PDIP NTB dan Partai Golkar NTB diprediksi akan tetap berlanjut hingga Pilkada Serentak di NTB 2024.

Saat ini, publik di NTB sudah melihat kemesraan hubungan politik ketiga Parpol yang terlihat, saling memahami maksud untuk menyongsong koalisi strategis dalam gelaran Pilkada 2024.

“Ibarat Three Musketeers , PDIP NTB, Golkar NTB dan Gerindra NTB sudah membuktikan power politiknya dalam merespon dinamika politik yang ada di NTB. Misalnya dalam perubahan AKD (Alat Kelengkapan Dewan ) di DPRD NTB, ketiga parpol tersebut plus Parpol lain di luar parpol koalisi penguasa daerah ,berhasil merubah struktur susunan kepemimpinan AKD tanpa perlawanan yg berarti dari parpol koalisi penguasa,” jelas Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto pada wartawan, Sabtu (21/5).

Menurut dia, akibat insiden politik ini akan merepotkan Pemerintahan Zul Rohmi ketika harus berurusan untuk mendapatkan legitimasi politisi oposisi Udayana yg menguasai secara sistematis unsur-unsur pimpinan AKD.

“Dalam konteks politik pebih luas , diakui atau tidak usai pertemuan tiga pucuk pimpinan Parpol yakni Mohan Roliskana dan H Bambang Kristiono di kediaman H Rachmat Hidayat merupakan sinyal yang kuat sekaligus tes the water tiga parpol itu untuk berjalan seiring dan searah untuk makin menguatkan politik kemanusiaan,” ungkap Bambang.

Ia mendaku, apabila kemesraan ketiga parpol ini tetap berlanjut hingga Pilkada serentak 2024 , maka dipastikan akan ada sharing power politik dalam konstestasi Pilkada serentak di NTB pada November 2024 mendatang.

“Dukungan PDIP NTB untuk Rannya Agustyra Kristiono sebagai Calon DPD RI yang juga Puteri tercinta petinggi Gerindra, yakni H. Bambang Kristiono harus dimaknai sebagai upaya untuk saling membesarkan dan saling memanusiakan secara politik,” kata Bambang.

“Langkah awal PDIP NTB yang mengusung Rannya Agustyra Kristiono sebagai sinyal awal membangun pondasi awal menuju sharing power politik dalam arti yang sesungguhnya,” sambung dia.

Ia menyakini dengan kapasitas dan performance yang dimiliki ketiga tokoh parpol itu akan sulit mencla-mencle dan tidak konsisten pada apa yang telah digagas, meskipun hanya sebatas obrolan tidak resmi.

Apalagi, lanjut Bambang, pasca pertemuan tiga tokoh di kediaman Rahmat, ketiga tokoh parpol itu aktif berkomunikasi secara intensif untuk membahas dinamika sosial dan politik yang berkembang di NTB every day.

“Secara mapping politik, ketiga parpol tersrbut memiliki wilayah kekuasaan politik berdasarkan hasil konstetasi Pileg dan Pilkada sebelumnya. Misalnya, Kota Mataram, Wali Kota dipegang Golkar, yakni Mohan Roliskana dan Ketua DPRD dipegang Golkar yakni Didi Sumardi. Peroleh Kursi Golkar di Pileg 2019, yakni 9 Kursi. PDIP NTB 5 Kursi dan Gerindra 6 Kursi,” papar dia.

Sementara di Kabupaten Lombok Tengah, baik Kepala Daerah dan Ketua DPRD Loteng dipegang oleh Kader Gerindra. Yakni, HL Pathul Bahri dan M. Tauhid. Demikian juga untuk Kabupaten Sumbawa Barat, baik Bupati dan Ketua DPRD KSB dijabat oleh kader PDI Perjuangan yakni Musyaifirin dan Kahar.

“Ketiga contoh wilayah kekuasaan politik yang dipegang parpol tersebut setidaknya akan menjadi pijakan untuk menentukan sinergitas menuju Pilkada NTB 2024, termasuk di kabupaten lain maupun Pilgub NTB. Tentu dengan tetap mengacu pada hasil perolehan kursi pileg 2024 sebagai tolok ukur utama menentukan posisi tawar untuk papan satu dan papan dua,” ulas Bambang.

Ia menambahkan, koalisi taktis dan strategis ketiga parpol ini jika terjadi. Tentunya, akan menyederhanakan prosedur dan pengambilan keputusan politik lebih cepat, simple dan efisien dari sisi waktu, biaya maupun kepastian politik.

“Terlebih, ketiga tokoh parpol tersebut memiliki decision maker yang kuat, ” tandas Bambang Mei Finarwanto. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Civitas Akademika Unhas Sebut TGB Layak jadi RI 1 atau RI 2

11 Juni 2022 - 18:05 WITA

Surat PAW Wakil Ketua DPRD Belum ke Mendagri, Gerindra NTB Pertanyakan Sikap Gubernur

10 Juni 2022 - 17:50 WITA

Selamat Hari Pancasila

1 Juni 2022 - 16:11 WITA

Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Gaungkan Tanam Pohon Produktif di Tempat Ibadah

1 Juni 2022 - 16:09 WITA

Zakiy : “Ungkapan Pak SBY Sometime We Win, Sometime We Learn jadi Spirit Bangun Kebersamaan Kader Demokrat Mataram

27 Mei 2022 - 16:10 WITA

Daftar Ketua Demokrat Mataram, Imam “Gas Poll” Diantar Zaini dan Ustad Ahda

23 Mei 2022 - 17:42 WITA

Trending di Politik