Jelang Pemilu 2024, UPT Dukcapil Sikur Diserbu Gen-Z untuk Perekaman e-KTP

Antrian panjang pengurusan e-KTP

Selong,DS – Menjelang perhelatan Pemilihan Umum 2024, Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapi) Kecamatan Sikur diserbu generasi Z untuk perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Antrian panjang terlihat di depan loket-loket pendaftaran Kantor UPT Dukcapil di Komplek Kantor Camat Sikur, Rabu (27/12).

Kepala UPT Dukcapil Sikur, Heri Alwan Yasri, mengungkapkan membludaknya permintaan KTP karna adanya penambahan jumlah pemilih tetap terutama para generasi Z menjelang pemilu 2024, dimana sejak 3 minggu terakhir ini jumlah perekaman perharinya mencapai 25 orang.

“Apalagi kemarin kita sempat libur 3 hari semakin membludak, ditambah lagi pasca PPK melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengimbau kepada Gen-Z untuk berpartisipasi menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2024 mendatang,”ujarnya.

Alwan memprediksi, kondisi seperti ini akan terus terjadi sampai H-1 pemilu, karena berdasarkan data yang masuk ke UPT Dukcapil sikur masih banyak Gen-Z yang belum melakukan perekaman, ditambah lagi adanya beberapa kendala sistem yang terjadi seperti lambatnya jaringan dan sebagainya.

“Namun kami tetap berupaya sesuai target, sampai tenggat waktu yang telah ditentukan, agar seluruh pemilih pemula masuk dalam sistem sehingga bisa berpartisipasi pada Pemilu 2024 mendatang,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, ketersedian blanko sampai saat ini kosong masih menunggu dari Kabupaten sehingga pihaknya lebih mengarahkan para Generasi Z untuk membuat Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang di pasang di Smart Phone masing-masing karena lebih mudah dan lebih efektif.

Lebih lagi, lanjut Alwan, Pemerintah Pusat kembali menggencarkan IKD, mungkin karena ketersediaan blanko yang minim karna masa transisi Desember ke Januari biasanya sering terjadi hal-hal seperti ini dan tentu IKD salah satu solusinya.

“Kalau KTP Fisik kami prioritaskan untuk para orang tua saja karena memang mereka kan kebanyakan tidak faham teknologi,”imbuhnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.