Jelang Panen Raya, Harga Gabah di Lotim Anjlok

Lombok Timur, DS- Memasuki panen raya, harga gabah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) anjlok. Anjloknya harga ini membuat petani menjadi resah karena kondisi tanaman padi yang tidak begitu bagus disebabkan cuaca yang tidak menentu. Hal itu mengakibatkan hasil panen menurun cukup drastis dibandingkan dengan panen lalu.

Anjloknya harga gabah membuat gabah di Lotim diserbu pembeli dari luar daerah. Kondisi ini menyebabkan mitra Bulog kalah saing dalam menyerap gabah petani.

Salah sorang petani di Kabupaten Lotim, H. Muhammad Bakri sangat kecewa dengan turunnya harga gabah ini. Bagaimana tidak, dua pekan lalu harga gabah dengan kondisi kering panen masih di angka Rp7.000-7.500 per kg, kini turun sebesar Rp3.000-3.500 per kg di harga Rp 4.700-4.750 per kg.

Dengan harga saat ini, ia mengaku merugi. Karena hasil produksi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal itu disebabkan produktivitas lahan di musim tanam tahun ini menurun cukup besar akibat dampak cuaca Elnino.

“Karena Elnino ini tanaman padi teserang hama, ini menyebabkan hasil produksi gabah menurun, dari rata-rata produksi gabah 7,5-8 ton per hektar turun rata-rata 1 ton pehektar. Bukan punya saya saja tetapi hampir merata semua tanaman padi,” terangnya.

Sementara itu, mitra Bulog mengaku kalah saing di lapangan dengan pembeli di luar daerah yang membeli gabah dengan harga lebih tinggi. Hal itu dikeluhkan mitra Bulog saat Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik mengumpulkan Bulog cabang Lotim beserta Asosiasi Mitra Kerja Bulog di Ruang Kerjanya pada Rabu (20/3/24) kemarin.

Mitra Bulog hanya berani membeli gabah di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu sebesar Rp5000 per kg. Sementara pembeli luar daerah membeli diatas HPP.

Karenanya kepada Bupati, mereka menekankan soal pengiriman gabah ke luar daerah, karena mengganggu ketersediaan pangan dan stabilitas harga. Pengiriman gabah ke luar daerah juga mengancam usaha penggilingan yang akan berdampak terhadap lapangan kerja.

“Harapan dari asosiasi agar Peraturan Gubernur (Pergub) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) no.38 tahun 2023 tentang Pengendalian dan Pengawasan Distribusi Gabah dapat ditegakkan demi menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di daerah,” ungkap Juaini Taoufik.

Maraknya pengiriman gabah ke luar daerah seperti Jawa, selain kualitas beras asal Lombok, disinyalir juga sebagai dampak harga beli yang lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) melalui Bulog yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional no. 6 tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Refaksi Gabah dan Beras, HPP Gabah Kering Panen (GKP) di petani adalah Rp. 5000/ kg, sementara harga yang ditawarkan di luar daerah mencapai Rp. 6000/kg,” imbuhnya.

Kepala Cabang Bulog Lotim, M Syaukani memastikan akan menyerap seluruh gabah petani, pada saat panen raya. Tahun ini pihaknya menargetkan menyerap 15.000 ton gabah. Disebutkan, saat ini baru tahap awal panen raya, karena baru 20 petani yang sudah panen.

“Panen raya tahun ini kita akan serap gabah petani sebanyak mungkin, target kita serap 15.000 ton,” katanya. Li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.