Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jelang IATC-WSBK dan MotoGP, RSUD NTB Siagakan Ratusan Nakes di Mandalika

49

FOTO. dr H. Lalu Herman Mahaputra alias Dokter Jack. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – RSUD Provinsi NTB telah ditetapkan sebagai rujukan untuk menyongsong sejumlah event dunia yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Event itu diantaranya, ATC, WSBK dan MotoGP tahun 2022.

Dirut RSUD Provinsi NTB, dr H. Lalu Herman Mahaputra alias Dokter Jack, mengatakan menaruhkan jabatannya demi menjaga nama baik Indonesia, khususnya NTB.

“Insyaallah, saya akan memberikan pelayanan kesehatan prima terhadap riders dan penonton, dengan menurunkan ratusan tenaga kesehatan dan dokter spesialis selama ajang dunia di Mandalika,” kata Dokter Jack pada wartawan, Selasa (9/11).

Ia menegaskan, event internasional mulai dari IATC, WSBK dan MotoGP, merupakan kali pertama diselenggarakan di Indonesia dan Provinsi NTB. Oleh karenanya, lantaran RSUD Provinsi ditunjuk sebagai leader penanganan kesehatan maka sebanyak 356 orang yang ditugaskan di ring 1 dalam sirkuit.

Medical center diisi 13 ground post, delapan ambulance advance dan sebanyak dua unit helikopter untuk evakuasi medis dari Basarnas dan MGPA.

“Untuk tenaga medis yang akan terlibat dokter spesialis sebanyak 33 orang, dokter umum 17 orang, perawat 57 orang, dan penunjang lainnya 33 orang. Dilengkapi alat kesehatan sesuai standar Federasi Internasional Motorcycle, termasuk alat X-ray juga USG,” jelas Dokter Jack.

Pihaknya telah melakukan simulasi dengan berbagai pihak untuk menyongsong gelaran event dunia tersebut. Selain itu, lanjut Dokter Jack,koordinasi dengan berbagi pihak di antaranya, Rumah Sakit Sanglah Bali, RS Dokter Soetomo Surabaya.

“Untuk koordinasi dengan rumah sakit di luar NTB. Hal ini untuk penyiapan dokter spesialis yang ada disana untuk bekerjasama kaitkan emergency,” ucapnya.

Terkait insiden yang kemungkinan dialami oleh terhadap pembalap dan penonton, dokter Jack mengatakan tidak akan memberlakukan administrasi aturan rujukan. Namun, di tangani langsung.

“Terkecuali, ada permintaan khusus dari negara asal pembalap. Inj karena mereka itu adalah aset negara. Makanya, kami akan menggratiskan biaya kesehatan untuk Riders dan penonton,” ungkapnya.

Saat ini, dirinya sedang memastikan kesiapan post pelayanan kesehatan di dalam Sirkuit maupun luar Sirkuit. Untuk post pelayanan di dalam Sirkuit, masuk ring 1, dibuat tujuh tenda medis bagi penonton. Sedangkan untuk Riders sendiri, disiapkan di RSUD Provinsi.

“Di luar sirkuit, ada pos kesehatan di siapkan bahkan sampai ke Selong Belanak,” ujarnya.

Disinggung terkait Rumah Sakit Mandalika, ia mengaku, belum bisa digunakan untuk melayani kesehatan WSBK, hanya menerima pasien rujukan ringan, kalaupun alat kesehatan sudah siap.

Ia mengimbau kepada masyarakat supaya terus menggaungkan event IATC, WSBK dan MotoGP ini. Karena, dari pengalamannya berkunjung ke Italia, saat mendatangi rumah Valentino Rossi, bendera kebanggaan, baliho dan spanduk terpasang sepanjang jalan.

“Saya lihat, NTB ini seakan belum siap dilihat dari bendera saja masih belum terlihat terutama di Kota Mataram. Apalagi branding, coba lihat kendaraan milik RSUD Provinsi, semua sudah di branding. Ini kesempatan investasi, jangan lihat saat ini, lihatlah hasilnya 10 – 15 tahun kedepan, event internasional akan terus dihelat di NTB,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.