Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 15 Jan 2018 17:04 WITA ·

JAUHI RIBA DENGAN USAHA BISNIS BERBASIS SYARI’AH


					TGB ketika bertausyiah di Garut Perbesar

TGB ketika bertausyiah di Garut

GARUT,DS-Ketika Silaturrahmi Nasional 2018, Lariba Islamic Indonesia, di Fave Hotel Garut, Minggu (14/01/2018), Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan para pengusaha untuk menghindari  dan menjauhi riba  dalam proses menjalankan segala usaha  bisnisnya. Untuk mewujudkan usaha bisnis yang sehat dan sesuai dengan ajaran Islam, Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB yang juga ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar  (OIAA) cabang Indonesia itu menyarankan para pengusaha muslim Indonesia untuk membangun dan mengembangkan lembaga atau institusi usaha yang berbasis syariah, baik di bidang perbankan maupun di bidang perniagaan sesuai dengan yang diatur dalam Agama Islam. Lembaga usaha syariah  itu penting dibentuk dan terus diperkuat pengembangannya, menurut Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB), sebagai salah satu  upaya nyata dalam  membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain mengajak para pengusaha untuk mendirikan lembaga syariah, Gubernur dua periode tersebut juga mendorong para pengusaha untuk terus berikhtiar meneguhkan komitmen menjalankan transaksi bisnis tanpa unsur riba. Sebab, praktik riba yang selama ini dijalankan oleh sebagian besar para pelaku bisnis, tidak akan pernah memberikan keuntungan bagi masyarakat. Terlebih, praktek riba tersebut dalam pandangan Islam telah diharamkan oleh Allah SWT.

“Kalau anda membangun Lariba maka anda sedang meneguhkan komitmen kuat untuk tidak riba,” ungkap TGB di hadapan ribuan peserta silatirahmi yang juga dihadiri Bupati Garut, H. Rudi Gunawan tersebut.

Lebih  lanjut TGB menegaskan bahwa Komitmen pangusaha yang mengedepankan unsur syariah dalam berbagai transaksi akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. “Kalau ada urat nadi kehidupan, maka dua pilar penopangnya adalah kapital dan ilmu pengetahuan,” Tegas TGB. Sehinga menurutnya, kalau ekonomi dan ilmu dan teknologi kuat, maka peradaban itu akan kokoh.

Saat itu, TGB juga sempat menguraikan salah satu ayat yang isinya mengharamkan riba dan menjadikan zakat sebagai sebuah solusinya. Dalam uraiannya, TGB menjelaskan bahwa meskipun riba dan zakat memiliki kesamaan, yaitu sama sama menambah dan menumbuhkan. Namun praktek riba hanya akan memberikan keuntungan atau menambahkan kekayaan pada aspek kepentingan dunia. Sedangkan zakat, di samping menambah dan menumbuhkan kekayaan di dunia, juga akan menumbuhkan keberkahan untuk akhirat.

“Inilah yang disebut oleh Allah SWT sebagai orang-orang cerdas,” jelas TGB sembari berharap agar para pengusaha yang berbasis syariah tersebut mampu berporos dengan lebih memperkaya Hasanah keilmuan di bidang transaksi syariah.

Sebelumnya, Founder Lariba H. Arie Sulaiman menyampaikan bahwa tujuan bisnis Lariba tersebut adalah membebaskan seluruh transaksi bisnis dari praktek riba. “Menuju Indonesia bebas riba,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa sekitar 70 persen kegagalan bisnis adalah disebakan oleh riba. Karenanya, ia bertekad untuk membangun bisnis  tanpa hutang tanpa riba.hm

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Bakal Buat Baper, Sultan Food Siap Luncurkan Minuman yang Segar-Segar

13 Mei 2022 - 17:39 WITA

Gubernur NTB : Ide Besar Muncul Saat Diskusi Sederhana

12 Mei 2022 - 06:34 WITA

Organisasi Perempuan NTB Diharap Bantu Pemberdayaan Ekonomi

11 Mei 2022 - 08:20 WITA

Temui Delapan Tim HBK Peduli di Pulau Lombok, HBK Ingin Program Membantu Rakyat Terus Dilakukan

5 Mei 2022 - 13:52 WITA

Kebakaran Renda, Gubernut NTB Perintahkan Salurkan Bantunan

2 Mei 2022 - 00:10 WITA

Trending di Ekonomi