BSK Samawa

Janji Gubernur soal jembatan sape 2022, dinas PU NTB sisir anggaran

FOTO. Ridwansyah (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pemprov NTB melalui Dinas PU setempat berjanji merealisasikan impian masyarakat Dusun Sape di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng) yang sejak lama mengidam-idamkan adanya jembatan yang menghubungkan tiga dusun di wilayah setempat.

Kepala Dinas PU NTB Ridwansyah mengatakan realisasi pembangunan jembatan di Desa Kabul tersebut tinggal menunggu waktu saja. Pihaknya masih melakukan penyisiran anggaran untuk merealisasikan janji Gubernur Zulkiefimansyah yang sempat berdialog dan menyapa warga setempat pada tanggal 16 Januari tahun 2021 lalu.

“Enggak usah khawatir, Insyaallah janji pak Gubernur untuk menghadirkan jembatan yang diidamkan masyarakat Dusun Sape, Desa Kabul itu akan kita kerjakan pada tahun 2022. Sabar saja, karena ini kita masih cek ke jajaran saya,” kata dia pada wartawan saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Senin (4/1).

Menurut Ridwansyah, pihaknya sudah menerima usulan proposal warga Desa Kabul terkait pentingnya adanya jembatan yang di idamkan oleh warga setempat.

Oleh karena itu, melalui Bidang Cipta Marga, hal tersebut sudah dianggarkan terkait pembangunan jembatan tersebut. “Intinya, aspirasi masyarakat itu sudah kita tindaklanjuti. Dan sabar saja, insyaallah aspirasi adanya jembatan itu akan kita bangun pada tahun ini. Tapi, waktunya sabar saja, pokoknya begitu sudah kita rapat jajaran, maka akan langsung kita kerjakan kok,” ujar Mantan Asisten II Setda NTB tersebut.

Sementara itu, dalam penelusuran wartawan, alokasi anggaran untuk pembangunan jembatan Dusun Sape di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya tersebut telah masuk pada pos anggaran perencanaan di Bidang Bina Marga Dinas PU NTB pada tahun anggaran 2022.

Hanya saja, alokasi anggaran yang sudah disahkan sebesar Rp 500 juta di APBD NTB 2022, justru dana yang tersedia baru sekitar Rp 200 juta.

Oleh karena itu, dalam sistem anggaran perencanaan di Dinas PU setempat tidak masuk, lantaran dana tidak tersedia secara full.

Pelita Putra

Menanggapi hal itu. Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB H. Lalu Pelita Putra mengaku, sejak pembahasan rapat internal antara pihaknya dengan Dinas PU setempat, usulan pembangunan jembatan di Desa Kabul, tidak masuk dalam perencanaan di OPD setempat di tahun 2022.

Hanya saja, lanjut dia, hal itu bisa dianggarkan dan dikerjakan dengan nilai Rp 500 juta, sepanjang masuk di program aspirasi kepala daerah.

“Kan di Desa Kabul, Pak Gubernur sudah turun langsung dan janji dengan masyarakat tahun lalu. Maka, kalau saya, pembangunan jembatan Kabul itu mudah, karena Pak Gubernur sudah bisa merealisasikan dana puluhan miliar untuk berbagai proyek jalan dan jembatan di wilayah Pulau Sumbawa. Tentu, sekadar dana Rp 500 juta untuk membangun jembatan Kabul enggak bisa. Itu mudah,” tandas Pelita Putra. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.