Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jadikan Kemenag Rumah Aman bagi Semua Agama, Gus Yaqut Ingatkan Pesan Gus Dur

47

FOTO. Inisiator milenial bintang sembilan Akhdiansyah (kiri) saat bersama Menteri Agama RI. foto rul

MATARAM, DS – Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) harus menjadi rumah bagi seluruh agama di Indonesia. Oleh karena itu, jajaran Kemenag harus mampu hadir memastikan keberagaman di wilayahnya utuh dan terus berlangsung.

“Jadikan Kementerian Agama itu rumah yang aman dan nyaman bagi semua pemeluk agama di Indonesia. Ini penting agar semangat dan energi perubahan yang menyejukkan bisa terus muncul,” kata Gus Yaqut saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus GP Anshor, PWNU NTB dan Kementrian Agama, Kamis Malam (11/3).

Ketua GP Anshor itu berharap seluruh pihak, khususnya lingkungan Kemenag untuk mendukung dirinya dalam mewujudkan cita-citanya, yakni menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi, mengembalikan fungsi agama untuk mendamaikan dan menolak sikap diskriminatif di Indonesia.

Gus Yaqut mengingatkan, sifat toleransi yang tinggilah yang muncul.

“Saya meminta kerjasama untuk mewujudkan cita-cita yang sangat terhormat ini. Toleransi tingkat tinggi harus dicontohkan dari Kemenag. Saya tidak ingin dari Kemenag justru muncul sikap diskriminatif,” tegasnya.

Dengan tegas Gus Yaqut sempat mengutip ucapan mantan Presiden RI keempat, Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Yakni, Kemenag itu seperti pasar. Semua ada, kecuali agama.

“Ini waktunya kita membuktikan bahwa Kemenag itu kementerian semua agama. Sehingga yang disebut pasar oleh Gus Dur ya pasar agama-agama ini, semua agama ada di Kemenag, tidak ada perbedaan dan diskriminasi,” jelasnya.

Gus Yaqut optimis jika seluruh pihak mendukungnya untuk mewujudkan cita-cita tersebut, maka dia yakin, Kemenag akan mencatat sejarah bahwa apa yang dilakukan Kemenag sudah benar. Untuk itu, dia meminta seluruh jajaran Kemenag untuk bekerja dengan baik.

“Kita harus membuat sejarah, kelak sejarah negeri ini akan mencatat, kita semua yang ada di sini berada di sisi yg benar dalam sejarah. Yang menentukan adalah kinerja dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Gus Yaqut menegaskan, komitmenya dalam mengembalikan fungsi agama sebagai jalan atau solusi semua konflik atau persoalan.

Dia tidak ingin ada sikap diskriminatif di negara ini. Apalagi jika sikap diskriminatif itu muncul dari Kementerian Agama

“Kita akan menolak agama sebagai sumber konflik dan perpecahan. Semua harus dimulai dari kementerian ini. Maka, saya butuh dukungan semua pihak untuk bisa mewujudkannya. Termasuk dari Pak Gubernur NTB dan para alim ulama di NTB,” tandas Yaqut Cholil Qoumas. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.