Berbagi Berita Merangkai Cerita

Jadi Hotspot Benih Lobster NTB, Moeldoko Kagumi Potensi Teluk Lunyuk

21

MATARAM, DS – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko meninjau langsung upaya pembesaran benih lobster yang dilakukan masyarakat di wilayah perairan Teluk Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Senin (6/7).

Menaiki perahu nelayan bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Moeldoko mengaku, takjub lantaran sudah banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Dia berharap usaha pembesaran lobster ini mampu memberikan nilai tambah pendapatan bagi masyarakat pesisir.

Ia mengatakan, perairan selatan di Pulau Sumbawa, NTB merupakan salah satu hotspot kelimpahan benih lobster yang luar biasa di samping perairan selatan Jawa dan barat Sumatera. Berbagai hasil kajian termasuk hasil studi kolaborasi KKP dalam hal ini Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok dengan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) menyebutkan, diperkirakan ada ratusan juta benih lobster per tahun di area hotspot tersebut.

“Sementara di hotspot ini terjadi sink population, di mana populasi benih lobster tiba-tiba lenyap pada fase peurelus, dengan kelangsungan hidup (SR) hanya 0,01 persen atau satu ekor yang hidup sampai dewasa dari 10 ribu ekor benih,” ujar Moeldoko dalam siaran tertulisnya.

Ia mengatakan, adanya pemberlakuan Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan telah menimbulkan polemik di masyarakat. Permen yang memang bertujuan mengendalikan eksploitasi benih lobster demi menjaga keberlanjutan stoknya di alam ini, dinilai telah menghambat usaha orang-orang yang menggantungkan hidup di sana.

Oleh karena itu, pemerintah kembali melakukan pengkajian, tidak hanya dengan memperhatikan aspek lingkungan, tetapi juga ekonomi dan sosiokultural.

Sesuai pesan dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, maka pemerintah harus berada di depan dan kebijakan yang dibuat harus berbasis pada problem solving.

“Kedatangan saya ini untuk melihat potensi dan budidaya lobster di Teluk Lunyuk agar bagaimana masyarakat bisa sejahera,” kata Moeldoko.

Sesuai data yang dikeluarkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, potensi lobster di NTB cukup besar. Bahkan, sebelum dikeluarkannya Permen KP 56 tahun 2016, benih lobster yang bisa ditangkap oleh masyarakat mencapai 5,5 juta ekor pertahun.

Selain lobster, NTB juga memiliki potensi udang yang cukup besar. Potensi lahan tambak yang dimiliki saat ini mencapai 50,330 Ha. Sehingga dibutuhkan pengembangan industri cold storage udang. Begitu juga dengan rumput laut, yang memiliki potensi lahan budidayanya sekitar 25,206 Ha. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.