Berbagi Berita Merangkai Cerita

Islamic Center Digandrungi Wisatawan

0 5

MATARAM, DS – Keberadaan Masjid Hubbul Wathan di Komplek Islamic Center (IC) NTB kini telah mampu menjadi magnet datangnya wisatawan ke NTB. Itu terlihat, sebanyak 3 ribu orang wisatawan telah datang ke lokasi seluas 3,6 hektare yang berada di pusat ibukota provionsi NTB di Kota Mataram itu pada periode Maret tahun ini.

“Sementara, catatan kami, pada periode Februari lalu, angka kunjungan wisatawannya mampu menembus 5 ribu orang wisatawan,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, H. Abdul Mukthi, menjawab wartawan, Jumat (24/3).

Ia mengatakan, rata-rata tiap harinya tak kurang dari 300 orang wisatawan berkunjung ke masjid yang pernah menjadi pusat acara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) pada tahun lalu. Menurutnya, dengan adanya sejumlah fasilitas. Diantaranya,ballroom dan ruang meeting, maka Islamic Center (IC) NTB akandapat menopang dan menjadi ikon utama branding wisata halal Pulau Lombok.

Meski demikian, kata Mukthi, tak hanya wisatawan muslim yang datang ke lokasi itu. Sebab, tercatat meski berlabel wisata halal, namun turis non-Muslim dari Belanda, Irlandia Utara, Inggris, Australia, hingga Prancis acap kali datang hanya sekadar ingin melihat lebih dekat kemegahan masjid tersebut.

“Sering kali, wisatawan dari negara Swiss yang masuk Islam di Islamic Center ini. Memanfaatkan waktu kunjungannya, selain berfoto-foto, mereka juga naik ke menara Asmaul Husna setinggi 99 meter,” ujarnya.

Sedangkan, lanjut Mukthi, wisatawan asal negara muslim yang sering datang ke Islamic Center. Yakni, asal Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Maroko, Afrika Barat, Singapura, Mesir, dan Turki.
“Umumnya, mereka singgah di masjid ini untuk beribadah,” ucapnya.
Mukthi mengaku, wisatawan domestik pun tak melewatkan momen untuk merasakan kemegahan masjid yang memiliki kapasitas 15 ribu jamaah ini untuk beribadah dan juga mengabadikan momen berfoto bersama melalui telepon selulernya kala berkunjung ke Lombok.

Meski begitu, pengembangan Islamic Center NTB juga masih terus dilakukan. Di antaranya penggunaan tulisan masjid dengan ragam bahasa seperti bahasa Arab, Inggris, dan Melayu. “Ke depan akan dirancang videotron sebagai papan informasi bagi pengunjung akan kegiatan masjid Ada rencana tiket khusus bagi pengunjung yang ingin naik ke menara,” tandas Abdul Mukthi. fahrul

Leave A Reply