Menu

Mode Gelap

Religi · 21 Des 2017 20:26 WITA ·

Islam Tidak Hanya Semangat Beragama


					Gubernur NTB Perbesar

Gubernur NTB

MATARAM,DS-Gubernur NTB, Dr. TGH.M.Zainul Majdi menegaskan bahwa islam tidak hanya dimaknakan sebagai semangat beragama tetapi juga didalamnya termasuk semangat dalam membangun kebangsaan.  Bahwa para ulama dan para santri dari seluruh pondok pesantren memiliki peran yang paling besar sumbangannya dalam membangun semangat kebangsaan dan mewujudkan Indonesia merdeka.

Pada Halaqah Kebangsaan bersama KH.Anang Mirza dan KH. Thoa Al Hafidz Purwokerto yang diinisiasi oleh Pondok Pesantren Al Hikmah I Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah,  Selasa (19/12/2017), Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur  yang dianugerahi Leadership Awards 2017 terbaik dalam kepemimpinan Birokrasi dan Sosial tersebut menerangkan  bahwa akar dari semangat cinta tanah air dan bela negara itu, sesungguhnya telah ada didalam Al Qur’an dan kokoh di dalam Islam.

Kebangsaan di dalam Al Quran telah dikenal dan diakui. Dalam bahasa Arab seringkali diartikan dengan “qoumiyah”.  Dalam Al Quran, bangsa juga diartikan sebagai dua kelompok kaum, yakni kaum yang buruk dan kaum yang baik.  Kelompok kaum yang negatif ini seluruh atribut dan sifat sifatnya harus kita jauhi, ujarnya. Dengan menjauhkan diri dari sifat-sifat negatif tersebut, tegasnya maka kita harus  menjadi  bangsa yang dikehendaki dan dicintai Allah.

Menurutnya, Para nabi dan rasul diutus pada kaumnya masing-masing adalah untuk menyuntikkan nilai-nilai yang baik dan menanamkan kebaikan itu kepada umatnya. Jadi menurut TGB, kalau kita benar benar mau meneliti dan melihat dengan jelas bahwa umat Islamlah yang sesungguhnya paling banyak memberikan kontribusi bagi kemerdekaan bangsa ini.

Lebih lanjut,  TGB memaparkan bahwa Halaqoh kebangsaan ini penting untuk kita perbanyak. Tujuannya  agar ada kesadaran bahwa jangan sampai kita larut terhadap stigma yang coba diciptakan oleh siapapun yang ingin mengecilkan peran umat Islam. “Mengecilkan peran para ulama dan pesantren, dengan jalan menjauhkan umat islam dari politik,  dari negara dan dari ranah publik,” tegasnya.

Caranya menurut TGB adalah dengan menumbuhkan kesadaran dengan cara saling mengingatkan dan memberikan informasi yang benar tentang peran umat Islam dalam membangun bangsa dan negara ini.  hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Islamic Center Masih jadi Pesona Pelaksanaan Shalat Ied

2 Mei 2022 - 17:53 WITA

Dua Tahun Tanpa Pawai Takbiran, Masyarakat Kota Mataram Meluber GemakanTakbir, Ini Pesan Gubernur NTB

2 Mei 2022 - 00:16 WITA

Ajang MTQ Nasional TNI AD 2022, Duta Kodam Udayana Raih Juara Harapan 1

24 April 2022 - 00:08 WITA

BAZNAS NTB buka Pelayanan Zakat di Ramadhan Festival

18 April 2022 - 18:09 WITA

Jajaran Korem 162/WB Berbagi Takjil selama Ramadhan

17 April 2022 - 18:13 WITA

Gubernur NTB Bikin Kaget AHY dan Masyarakat Kota Bima, Ini yang Terjadi

15 April 2022 - 23:24 WITA

Trending di Religi