Ironis, Siswa SD Di Lombok Timur Ini Bertahun – Tahun Sekolah Di Huntara

Kondisi SDN 2 Batuyang

Selong, DS – Pasca gempa tahun 2018 silam, bangunan SDN 3 Batuyang Kecamatan Pringgabaya tak kunjung diperbaiki. Akibatnya, siswa bertahun tahun belajar di Hunian Sementara (Huntara).

Kepala SDN 2 Batuyang, Zohrah, mengatakan sebelum bangunan sekolah itu runtuh oleh gempa, muridnya mencapai 180-an lebih. Namun saat ini bisa hanya setengah dari itu karena bangunan dan fasilitas sekolah sangat kurang memadai.

“Bahkan murid-murid banyak yang pindah, untuk murid kelas 1 saja itu cuma 12 orang dan itu pun sudah luar biasa, wali murid itu banyak mengeluhkan bagaimana mungkin kita memasukan anak kita ke sekolah yang fasilitasnya kurang memadai, dan memang itu faktanya,”ujarnya, Rabu (26/9).

Karena bangunan ambruk, kata Zohrah, siswa terpaksa belajar dengan bangunan seadanya. Untung ada hunian sementara (Huntara) bantuan dari Pemda DKI sewaktu Anies Baswedan berkunjung ke Lombok Timur pada tahun 2019.

“Namun huntara ini dari tahun 2018 hingga sekarang memasuki 6 tahun, sudah mulai banyak yang jebol dan seringkali kami tambal menggunakan kalsiboard dan triplek, tetapi ya dikarenakan kita bersama anak-anak dan mainnya di sekitar huntara. Jadinya itu yang membuat dia banyak jebol,”ungkapnya.

Dia menambahkan saat ini jumlah murid di SDN 2 Batuyang hanya 83 orang dan terus berkurang setelah bangunannya ambruk diguncang gempa dan tak kunjung mendapat perbaikan. Bahkan dalam 5 tahun terakhir ini mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Tahun 2022 itu, peserta didik baru kami hanya berjumlah 8 orang. Sehingga upaya yang kami lakukan tahun ini dengan mendatangi masyarakat agar menyekolahkan anaknya di Sekolah kami, dan alhamdulillah kami mendapat 12 siswa di 2023 ini,”tuturnya seraya menambahkan kerap mengajukan pembangunan untuk SD itu namun hasilnya masih nihil.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Muliyadi, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur untuk menangani bangunan sekolah itu pada tahun 2024.

“Selain itu, nantinya dari pihak kita juga akan turut mengajukan di tahun 2024. Dimana BPBD juga akan mencoba lebih memaksimalkan lagi komunikasi dengan pihak BNPB melalui program R3P tetapi hibahnya itu ke Dikbud,”imbuhnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.