Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ini Pesan Presiden Klub untuk LFC

20

FOTO. Presiden klub H. Bambang Kristiono (HBK) bersama Jubir LFC Rannya Agustyra Kristiono saat memberikan Jersey klub pada pemain LFC saat peluncuran 25 Squad Utama LFC untuk Kompetisi Liga 3. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Presiden klub H. Bambang Kristiono (HBK) berpesan agar Lombok Fotbal Club (LFC) bekerja keras dan tidak lengah. Setiap pertandingan di Liga 3 PSSI NTB harus dijalani dengan militansi dan daya juang tinggi.

“Saya sudah perintahkan ke pengurus, tim pelatih, dan pemain agar tidak boleh seri, apalagi kalah. Memang hasil akhir adalah Ridha Allah SWT. Tapi, kita harus menang dan menang,” tegas HBK dalam sambutannya saat Peluncuran 25 Squad Utama LFC untuk Kompetisi Liga 3 dan Pemberian Hadiah Give Away di Hotel Lombok Astoria Hotel, Kota Mataram, Rabu Malam (24/11).

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2 (Pulau Lombok) menekankan, bahwa semua pertandingan yang dijalankan oleh LFC, harus memberikan hasil yang terbaik. Yakni, kemenangan.

Oleh karena, segala persiapan. Mulai taktik, mental dan strategi untuk mengarungi kompetisi, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Terlebih, pada Jumat (26/11) mendatang, LFC akan memulai pertandingan perdana di Liga 3 Rayon NTB.

“Saya punya tekad kuat, untuk menjadikan LFC sebagai klub juara. Makanya, sejumlah tahapan sudah kita lalui dengan berbagai kegiatan dengan sungguh-sungguh. Serta, tidak setengah-setengah selama ini,” kata HBK.

Menurut dia, sebanyak 25 Squad Utama LFC, merupakan talenta terbaik yang berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Di antaranya, Aceh, Surabaya dan Jayapura.

Perekrutan pemain dari luar NTB, lanjut HBK, dimaksudkan untuk mendorong dan menutup semua celah. Serta, kekurangan agar memberi kedalaman pada pemain lokal yang sudah ada saat ini.

“Memang diawal-awal saat saya bangun klub ini, banyak kritikan yang datang ke saya. Temasuk dari sahabat saya sendiri. Katanya, Pak BK kurang nasionalisme kedaerahannya. Tapi kalau mau jujur, saat saya mencari pemain lokal, justru para pemain hebat NTB, khususnya Pulau Lombok sudah terikat kontrak dengan klub di luar dan di dalam Pulau Lombok. Makanya, waktu itu saya enggak kebagian pemain,” jelas HBK.

Ia menyatakan, masalah lainnya juga muncul saat semua pemain sudah terkumpul. Bahkan, tantangannya jauh lebih berat. Di antaranya, banyak pemain yang tiba-tiba lari dan orang tua yang berprofesi ASN, malah melarang anak mereka bergabung ke LFC.

“Disitu akhirnya, saya bersama Direktur Teknik LFC berdiskusi dan selanjutnya, para pelatih dan manager saya kumpulkan. Kesimpulan kita waktu itu, adalah dengan situasi yang ada. Tentunya, skuad yang ada, jika Malaikat sekalipun menggawangi skuad yang ada jelas berat untuk bisa menjadi juara. Inilah suka duka di awal yang saya hadapi dalam membangun klub LFC ini,” papar HBK.

Ia mendaku, dengan akses dan jejaring yang dimiliki. Akhirnya, HBK memperoleh tambahan pemain sebanyak empat orang dari Persiraja Banda Aceh. Selanjutnya, empat orang dari Jawa Timur sesuai rekomendasi pelatih Margono yang juga berasal dari Jawa Timur.

“Begitu saya ke Brazil bersama anak saya (Rannya Agustyra Kristiono/Jubir LFC). Alhamdulillah, melalui kolega saya, dia membuka jalan untuk saya bisa mendatangkan empat orang talenta muda dari Persipura. Ini agar cita-cita management bahwa kompetisi Devisi 3 kita juara,” ungkap HBK.

“Makanya kenapa saya susah payah mendatangkan pemain dari luar. Sekali lagi, ini agar klub bisa bertempur baik di udara dan di darat,” sambung Politisi Gerindra itu.

Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI itu menjelaskan, rincian sebanyak 25 Squad pemain LFC tersebut . Yakni, sebanyak 12 orang berasal dari luar NTB dan 13 orang diantaranya, berasal dari Pulau Lombok.

“Yang jelas, mereka yang berhasil masuk skuad utama LFC. Saya berharap mereka mampu menunjukkan skill terbaiknya. Ini karena, saat latihan TC di Batalyon TNI AD di Gebang, Kota Mataram, umumnya kekuatan fisik dan daya jelajah pemain paling difokuskan oleh pelatih,” ungkap HBK.

Ia mengatakan, membangun klub profesional, memang sangat berat. Terlebih, target LFC adalah, lolos Devisi 2 sudah dicanangkan sejak awal. Oleh karenanya, sangat di butuhkan, sumberdaya yang tidak sedikit. Salah satunya, membangun mess pemain sebagai tempat diskusi mereka.

“Kalau boleh jujur memang uang yang disiapkan cukup besar dalam membangun LFC. Dan, ini jadi tugas berat. Tapi, saya bersyukur akan ada juga bantuan kawan yang memberikan bantuan bus. Nah disini, tentu kita harus percaya, bahwasanya semua yang kita lakukan bukan keniscayaan lagi untuk berhasil kedepannya,” jelas HBK menegaskan.

Sementara itu Jubir LFC Rannya Agustyra Kristiono mengaku bahagia bersama klub binannya. Hal ini dipicu, LFC sedari awal menjunjung tinggi perbedaan dan kebersamaan.

Selain itu, mengelola klub. Bagi Rannya juga bukan merupakan perkara yang mudah. Apalagi, dia juga enggak bisa bermain sepakbola.

“Disini, jelas dibutuhan ketekunan. Makanya, LFC berkomitmen mendidik anak-anak NTB yang bisa berprestasi. Pastinya, dari manapun asal kita semuanya. Tentunya, hal yang mempersatukan kita adalah kecintaan kita pada sepak bola,” tandas Rannya Agustyra Kristiono. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.