Berbagi Berita Merangkai Cerita

Ini Ciri Bangsa yang Rendah Nilai Budayanya Menurut Ali BD

22

Ali BD

Bagaimana pandangan Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR), Dr.H.Ali bin Dachlan, berkenaan dengan nilai budaya suatu bangsa? Nah, menurut Ali, ada dua katagori bangsa itu, yakni yang rendah dan yang tinggi.

“Bangsa yang rendah nilai budayanya adalah bangsa MADESU,” katanya. Ia pun mengurai ciri ciri dari bangsa yang rendah budayanya. “Jika diberi berhutang oleh bangsa lain, para pemimpinnya mengatakan, “lihat ini,kita bangsa yang dipercaya berhutang oleh bangsa lain dan lembaga lembaga keuangan dunia”.

Sebagai dilansir pada laman facebooknya, Ali mengemukakan sebaliknya bangsa yang tinggi budayanya akan mengatakan, “kita menjadi bangsa terhormat jika mampu memberi hutang pada bangsa lain, baik dalam bentuk grant atau loan”, lembaga keuangan internasional mau memberikan kredit,karena ada keuntngan bunga pinjaman.

Menurut mantan Bupati Loti mini, bangsa yang rendah budayanya adalah bangsa yang para pejabatnya segera menjadi penjilat jika diberi jabatan.

“Bangsa yang berbudaya, pejabatnya akan mengndurkan diri jika sekiranya tidak sesuai dengan hati nuraninya,” ujarnya. Ali mencontohkan Menteri Kesehatan Inggris mengundurkan diri karena melanggar prokes.Menteri perhubungan Jepang mengundurkan diri karena kapal penyeberangan yang tenggelam menewaskan banyak pelajar dan penumpang lainnya.

“Bangsa yang tidak berbudaya, mereka yang tidak punya rasa hormat dan berterima kasih pada pemimpin pemimpin terdahulu dengan cara mencari cari keburukannya,” paparnya.

Sebaliknya bangsa yang berbudaya akan selalu mengenang segi segi yang baik dari pemimpin pemimpin terdahulu dan menguburkan segala keburukan jika ada.

Bangsa yang berbudaya rendah, lanjut dia, selalu memuja kesenian/budaya bangsa lain,sepeti K.Pop,Drakor,BTS dan segala bentuk seni bangsa lain.

Sedangkan, “Bangsa yang berbudaya akan selalu bangga dengan nilai nilai budayanya yang luhur dan agung. Bangsa yang rendah budayanya tidak bangga terhadap karya anak bangsany seperti vaksin nusantara,pesawat terbang buatan Habibie,” urainya.

Jika bangsa itu berbudaya maka akan bangga pada usaha dan karya anak bangsanya lalu dengan segala cara mendorong usaha tersebut,bukan merendahkannya lalu meningkatkan impor vaksin bangsa lain.

Tegas Ali, Presiden Soekarno mengajarkan “Berdikari” dan melarang membanggakan budaya bangsa asing. “Pemimpin sekarang malah ikut antri membeli BTS meal.Jadi bangsa yang rendah budayanya,yang tidak memiliki gagasan dan nilai nilai yang unggul adalah bangsa MADESU,” katanya. ian.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.