Ini 3 Kecamatan dengan Kasus Stunting Terbanyak di Lombok Timur

H. Ahmat

Selong – Pengentasan kasus stunting pada anak masih menjadi pekerjaan rumah yang terus mendapat perhatian Pemerintah Lombok Timur memasuki tahun baru 2024.

Pasalnya, angka stunting di kabupaten tersebut hingga saat ini masih di 16,18 persen atau lebih dari 19.000 anak berdasarkan data Elektronik- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Angka itu memang lebih rendah dari persentase stunting nasional yang mencapai 21,6 persen. Namun di 2024, angka stunting nasional ditargetkan turun menjadi 14 persen.

Sementara, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, H Ahmat, kasus stunting terbanyak di Lombok Timur terjadi di wilayah-wilayah padat penduduk, terutama di kawasan pedalaman dan kurang memiliki pemahaman soal stunting.

“Di Kecamatan Pringgabaya, Aikmel, dan Masbagik,” kata Ahmat, Rabu (03/01/2024).

Karna itu untuk menekan angka stunting, lanjutnya, pihaknya semakin gencar memberikan pendampingan pencegahan stunting bagi calon pengantin, ibu hamil, batita, dan pasca salin.

Langkah pencegahan itu berupa edukasi, pemberian makanan pendamping, hingga penerapan pola hidup dan lingkungan yang sehat.

Stunting sendiri merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Selain itu, malnutrisi ini juga bisa membuat perkembangan kognitif anak terhambat dan mengakibatkan anak memiliki IQ lebih rendah. Li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.