Berbagi Berita Merangkai Cerita

HUT Yonif ke 56, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Berikan Bansos ke Warga Perbatasan

20

Bantuan sosial (Bansos) kepada anak-anak panti di Kota Atambua

MATARAM, DS – Sebagai wujud rasa syukur, Yonif 742/SWY yang saat ini sedang melaksanakan tugas operasi pengamanan di wilayah perbatasan RI-RDTL Sektor Timur memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada anak-anak panti di Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (18/3).

Bantuan sosial berupa beras, mie instan, telur dan minyak goreng serta masker diberikan langsung oleh Dansatgas Pamtas Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro didampingi Wadan Satgas Mayor Inf Aditya Nugraha bersama para Perwira Staf kepada Yayasan Panti Asuhan Bina Bunga Bangsa dan Pusat Rehabilitasi Hidup Baru (PRHB) Atambua.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Yayasan Ustadz Abdul Hamid Suadi bersama anak-anak panti asuhan menyambut hangat dan gembira kehadiran Dansatgas bersama anggota. Sedangkan di Pusat Rehabilitasi Hidup Baru, Dansatgas dan rombongan disambut para Suster pengurus PRHB Atambua.

“Alhamdulillah ini merupakan salah satu wujud syukur kami di hari lahir Batalyon Infanteri 742 yang jatuh pada tanggal 19 Maret besok,” ungkap Dansatgas.

Dijelaskannya, kehadirannya di panti asuhan dan PRHB selain untuk menggelar silaturrahmi dengan anak-anak, juga untuk meminta doa agar selama pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan berjalan aman dan lancar.

“Mohon doanya agar tugas menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan berjalan aman dan lancar,” pinta Bayu Sigit.

Sedangkan, pimpinan Yayasan Panti Asuhan Bina Bunga Bangsa Ustadz Abdul Hamid Suadi mengucapkan terimakasih atas kunjungan Dansatgas Pamtas bersama anggota di Yayasan.

Menurutnya, kunjungan silaturahmi ini bukan baru pertama kalinya anggota Satgas ke yayasan yang dipimpinnya, namun sudah seperti keluarga sendiri.

“Terimakasih atas kunjungan dan bantuannya, in syaa Allah akan sangat bermanfaat dan semoga apa yang menjadi niat dan hajat dikabulkan,” ujarnya.

Sedangkan perwakilan Pusat Rehabilitasi Hidup Baru Suster Yoan Sihombing menjelaskan kondisi anak-anak yang diasuhnya memiliki keterbatasan dan berkebutuhan khusus karena tidak normal secara fisik.

“Mereka membutuhkan perhatian secara khusus mulai dari bangun tidur hingga tidur Kembali ditemani oleh para nona (pengasuh, red)

“Terimakasih atas perhatiannya, semoga bantuan dari Dansatgas bersama anggota bermanfaat bagi kami dan anak-anak,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.