Menu

Mode Gelap

Dinamika · 7 Mar 2022 06:42 WITA ·

HUT ke-70 Desa Rembitan Loteng Diwarnai Ritual Adat “Menaek Pesaji Tembolaq Beak


					HUT ke-70 Desa Rembitan Loteng Diwarnai Ritual Adat “Menaek Pesaji Tembolaq Beak Perbesar

Suasana HUT 70 Desa Rembitan dengan ritual adat

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Sabtu (5/3). Desa Rembitan merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan mengadakan pameran UMKM dan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolaq Beak.

Dalam sambutannya Gubernur berpesan agar desa-desa lainnya di NTB dapat mencontoh kesiapan Desa Rembitan menyambut perhelatan balap MotoGP dengan menghadirkan banyak UMKM. Dengan kesiapan yang matang, setiap desa dapat membuat tamu dan warga merasa nyaman dan aman.

“Desa ini bisa menjadi contoh untuk memastikan semua tamu kita dan warga kita merasa aman nyaman dan bahagia datang di tempat kita ini,” pesan Gubernur lulusan Harvard University tersebut dalam sambutannya.

Bang Zul juga mengaku senang desa-desa di Provinsi NTB semakin siap menyambut MotoGP 2022 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika 18-19 Maret mendatang.

“Senang melihat desa-desa kita ini sudah sangat siap untuk menyambut MotoGP 2022 ini,” tulis Bang Zul, sapaan Gubernur, pada akun Facebooknya (5/3).

Sementara itu, Kepala Desa Rembitan, L. Minaksa, mengajak warganya untuk bangkit menyongsong MotoGP 2022 dengan UMKM kreatif sesuai tema perayaan hari ulang tahun desa.

“Kita harus bangkit bersama dengan seluruh lapisan masyarakat dan dengan seluruh produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita, sebagaimana tema kegiatan kita Rembitan Bangkit bersama UMKM kreatif,” jelas L. Minaksa.

Tak hanya meranyakan pameran UMKM, Desa Rembitan juga merayakan hari ulang tahunnya dengan ritual Adat Menaek Pesaji Tembolaq Beak.

Ritual tersebut dilakukan sebagai salah satu tradisi masyarakat adat di Desa Rembitan, dan sebagai bentuk syukur atas anugerah yang Tuhan berikan atas tanah Rembitan.

Masyarakat dan kaum perempuan dari masing-masing dusun yang ada di desa rembitan, sambil beriring-iringan menyunggi dulang, yakni sebuah wadah yang terbuat dari kayu berbentuk melingkar dengan penutup berwarna merah (tembolaq) yang diisi ragam makanan dan hasil bumi sebagai sajian dalam acara ritual adat.kmf

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Acara Molor Satu Jam, Danrem Kritik Pengurus PW GMNU NTB Soal Kedisiplinan

22 Mei 2022 - 06:32 WITA

Sayembara Buat Tagline Bibit Unggul NTB, Berhadiah Menarik

21 Mei 2022 - 15:32 WITA

Penjualan Listrik Meningkat, PLN : Tanda Ekonomi Bangkit

21 Mei 2022 - 06:48 WITA

Tekan Emisi Karbon, Co Firing PLTU di Sumbawa Hasilkan 300 MWh Per Bulan

20 Mei 2022 - 17:34 WITA

Desa Menggala Siap Gelar “Gawe Gubuk”

19 Mei 2022 - 19:11 WITA

Tak Ada Pemberian Gelar Wali Paer ke Gubernur, MAS : Acara Adat Untuk Kukuhkan Ketua ASLI

18 Mei 2022 - 17:52 WITA

Trending di Dinamika