Berbagi Berita Merangkai Cerita

Hultah Ponpes Darussholihin ke-55 Berlangsung Meriah

0 139

SELONG,DSHalaman Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga disesaki jama’ah yang menghadiri peringatan hari ulang tahun (hultah) yayasan yang ke-55 pada Sabtu (21/7). Ribuan jama’ah yang datang dari berbagai wilayah di Lombok Timur ini terpantau penuh khidmat mengikuti rentetan acara yang dihadiri seluruh keluarga pondok pesantren, Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan dan sejumlah pejabat dari unsur Forkopimcam Aikmel dan juga Calon Wakil Bupati Lombok Timur Terpilih hasil pilkada serentak beberapa waktu lalu, H. Rumaksi.

Saat memberikan sambutannya, Cawabup terpilih, H. Rumaksi mengungkapkan bahwa jama’ah Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga sangat kompak. Hal ini merupakan modal besar bagi keberlanjutan pondok pesantren. Karena dengan kekompakan, akan memudahkan banyak hal. Kekompakan ini harus tetap dipertahankan sampai kapanpun.

Selain itu, dipesankan juga bahwa peringatan Hultah pondok ini jangan hanya sebatas seremonial semata. Namun, momentum besar ini harus dijadikan sebagai penggugah semangat semua jama’ah agar senantiasa merealisasikan cita-cita pendiri pesantren yang ingin memajukan pendidikan keagamaan sebagai penguat keimanan ummat.

Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan juga mengapresiasi kekompakan keluarga besar dan jama’ah Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga. Satu hal yang sangat kental dalam lingkungan pesantren yang didirikan oleh TGH. Sholeh Ahmad ini adalah kemandirian yang ditanamkan pendiri dan terus dipertahankan hingga sekarang.

Bupati mengajak seluruh jama’ah agar meniru sikap mental sang pendiri yang dalam kehidupannya selalu menampakkan kerendahan hati. TGH. Sholeh Ahmad bagi Ali BD adalah sosok yang sedikit bicara namun banyak bekerja. Karenanya, Ali BD menilai sosok pendiri pesantren ini merupakan ulama’ besar yang memang dirasakan betul oleh masyarakat, bukan yang dibuat-buat.

“Beliau selalu merendahkan diri dan tidak pernah memasarkan diri ke mana. Tidak banyak bicara tapi bekerja jalan terus. Jika sudah meyakini akan suatu hal, beliau tidak menghitung untung rugi. Beliau selalu perkuat ciri khas pondok yang mandiri. Di mana, pondok tidak soyor ke pemerintah untuk kepentingan pribadi atau kedudukan,” puji Ali BD di Kalijaga.

Peringatan Hultah Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga ke-55 disemarakkan dengan berbagai macam kegiatan. Termasuk pawai ta’aruf yang diikuti puluhan kontingen yang berlangsung meriah sehari sebelum acara puncak. (kis)

 

Leave A Reply