Rabu , 11 Desember 2019
Home / Hukum / Kakanwil Kemenag NTB Polisikan Politisi Udayana
TGH. Hazmi Hamzar

Kakanwil Kemenag NTB Polisikan Politisi Udayana

MATARAM, DS – Langkah Kepala Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) NTB H.Nasruddin melaporkan anggota DPRD setempat, TGH. Hazmi Hamzar, atas pernyataanya di media terkait pemotongan dana bantuan gempa untuk masjid yang dilakukan atas perintah Kepala Kemenag NTB, dinilai menjadi preseden buruk dalam dunia jurnalistik.

Pasalnya, Hazmi mengklaim hanya menyampaikan pendapat dan keterangannya sesuai dengan apa yang diketahuinya saja. “Makanya saya heran, kok pendapat saya dibilang menyebarkan berita bohong dan merusak nama baik Nasruddin. Sehingga, ia (Nasruddin) melaporkan saya ke polisi,” ujar Hazmi Hamzar menjawab wartawan, Selasa (30/7).

Menurut politisi kawakan PPP NTB itu, pernyataan yang dilontarkannya tersebut adalah bagian dari pendapat karena diwawancarai oleh wartawan. Sebagai orang yang biasa menjadi narasumber, pimpinan Ponpes Maraqittalimat Lombok Timur itu, mengaku menjawab sesuai pengetahuannya. “Kalau kita ditanya pendapat, lalu dilaporkan, nanti siapa yang mau jadi narasumber,” kata Hazmi menyesalkan

Ia mengaku sudah terbiasa memberikan pendapat dan pandangannya terkait berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat. Bahkan Hazmi, menuturkan jika sering berbeda pandangan terkait dengan kebijakan Gubernur.
“Pendapat saya bahkan dengan anggota DPRD yang lain kadang juga berbeda. Kok sekarang ada yang keberatan melaporkan saya. Ini yang saya heran, wartawan bertanya tentang pemberitaan yang lagi ramai, tapi saya yang dilaporkan,” ucap Hazmi.

Oleh karena itu. Ia terheran, dilaporkan lantaran menyebarkan berita bohong dan merusak nama baik Nasruddin. “Kan saya ditanya pendapat saya. Sekali lagi, keterangan yang saya berikan, sesuai dengan apa yang diketahuinya saja. Dan enggak ada yang saya lebihkan,” tegas Hazmi.

Diketahui, kasus ini bergulir diawali adanya pengakuan H Silmi, bahwa pemotongan dana gempa untuk masjid dilakukan atas perintah Kepala Kemenag NTB, H Nasruddin. Namun Nasruddin memberikan bantahan dan menuding semua pengakuan Silmi adalah fitnah.

Sedangkan, Hazmi yang merupakan anggota DPRD NTB dan keluarga Silmi, meyakini pengakuan di persidangan tersebut sebuah kebenaran mengingat hubungan Silmi dan Nasruddin sangat dekat.

Namun, Nasruddin malah tidak terima atas berbagai pendapat yang disampaikan melalui salah satu koran yang terbit di Mataram beberapa waktu lalu itu. Sehingga, ia melaporkan Hazmi ke Polda NTB dengan tuduhan menyebarkan berita bohong, fitnah, merusak nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan melalui kantor Advokat Achmad Ernady dengan nomor laporan 20/ADV.AE/VII/2019tertanggal 23 Juli 2019.

Terpisah, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Sirtupillaili menyayangkan sikap para pihak yang melaporkan narasumber berita ke ranah pidana. Jika sengketa pers diselesaikan melalui proses hukum, maka akan menjadi preseden buruk bagi kemerdekaan pers di Indonesia.

Dampaknya, kata dia, masyarakat jadi takut bersuara di media. Media pun bisa kehilangan narasumber yang kritis karena mereka tidak berani lagi bicara. “Hal itu adalah bentuk pembungkaman kebebasan publik melakukan kontrol terhadap pemerintah,” kata Sirtupaili.

Menurut dia, sengketa pers harus diselesaikan melalui Dewan Pers. “Kalau ada yang dirasakan tidak pas dengan produk jurnalistik, ada ruang hak jawab yang bisa dimanfaatkan,” ujar Sirtupaili.

AJI berharap kepolisian tetap pada komitmen untuk menyelesaikan kasus sengketa pers dengan UU Pers. Kemudian menyerahkan sepenuhnya penyelesaian sengketa ke Dewan Pers.

Kepada perusahaan pers, AJI Mataram menyarankan untuk tetap melindungi narasumber. Salah satu caranya dengan aktif melobi Dewan Pers dan berkomunikasi dengan kepolisian. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Massa Pro Perubahan Nama Bandara Sebut SK Menhub Tepat

Jika sebelumnya massa penolak perubahan nama bandara melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD NTB …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: